BPBD Cilacap: Kekeringan Meluas ke 15 Desa, 390 Ribu Liter Air Bersih Telah Disalurkan

Jum'at, 17 Juli 2026 15:32 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Gintungreja, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis, 16 Juli 2206. (IDNVoice/BPBD Cilacap)
Petugas BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Gintungreja, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis, 16 Juli 2206. (IDNVoice/BPBD Cilacap)

IDNVoice.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyatakan dampak kekeringan akibat musim kemarau terus meluas. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 15 desa di sembilan kecamatan telah mengajukan bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan hingga 16 Juli 2026 pihaknya telah menyalurkan 74 tangki atau sekitar 390 ribu liter air bersih kepada 4.071 kepala keluarga (KK) atau 14.267 jiwa yang terdampak kekeringan.

"Hingga kemarin sudah ada 15 desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih di sembilan kecamatan. Sampai saat ini kami sudah mengirim 74 tangki air bersih atau sekitar 390 ribu liter," kata Taryo di Cilacap pada Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Taryo, desa-desa yang mengajukan bantuan merupakan wilayah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau sehingga kembali membutuhkan pasokan air bersih dari pemerintah.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada desa baru yang pertama kali terdampak kekeringan. Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat puncak musim kemarau diperkirakan baru akan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

"Kami mengantisipasi betul dinamika yang ada di masyarakat. Puncak musim kemarau diperkirakan pada Agustus, bahkan mungkin sampai September," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD, 15 desa yang telah menerima bantuan air bersih tersebar di sembilan kecamatan, yakni Desa Klumprit dan Kedungbenda di Kecamatan Nusawungu, Desa Karangkemiri di Kecamatan Jeruklegi, Desa Cinangsi, Kertajaya, dan Gintungreja di Kecamatan Gandrungmangu.

Selanjutnya, Desa Cimrutu, Rawaapu, dan Sidamukti di Kecamatan Patimuan, Desa Ujungalang di Kecamatan Kampung Laut, Desa Karangbenda di Kecamatan Adipala, Desa Madura di Kecamatan Wanareja, Desa Bojong dan Kubangkangkung di Kecamatan Kawunganten, serta Desa Binangun di Kecamatan Bantarsari.

Dari total 390 ribu liter air bersih yang telah disalurkan, sebanyak 233 ribu liter atau setara 50 tangki berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap.

Sementara itu, sebanyak 139 ribu liter atau 24 tangki berasal dari dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang terdiri atas PMI Kabupaten Cilacap sebanyak 105 ribu liter atau 21 tangki dan Siaga Peduli Kabupaten Cilacap sebanyak 24 ribu liter atau tiga tangki.

Selain mengantisipasi krisis air bersih, BPBD juga terus memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Taryo mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kebakaran hutan dan lahan berskala besar di Kabupaten Cilacap. Insiden yang terjadi masih berupa kebakaran kecil, seperti di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Congot.

"Kalau laporan karhutla yang besar belum ada. Yang ada hanya kebakaran kecil seperti yang sempat terjadi di sekitar TPU Congot. Untuk kebakaran hutan dan lahan sampai saat ini alhamdulillah belum ada laporan," katanya.

BPBD Cilacap memastikan akan terus memantau perkembangan musim kemarau serta menyiagakan personel dan sumber daya guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid