Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali, Kolom Abu Capai 1,3 Kilometer di Atas Puncak

Selasa, 14 Juli 2026 14:53 WIB
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 1,3 km di atas puncak pada Selasa pagi, 14 Juli 2026. (IDNVoice/PVMBG)
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 1,3 km di atas puncak pada Selasa pagi, 14 Juli 2026. (IDNVoice/PVMBG)

IDNVoice.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami tujuh kali erupsi pada Selasa, dengan tinggi kolom letusan mencapai 1,3 kilometer di atas puncak Mahameru.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, dua erupsi terbesar terjadi pada pukul 05.39 WIB dan 09.19 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengatakan, pada erupsi pertama kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

"Kemudian pukul 09.19 WIB kembali erupsi dengan tinggi letusan yang sama yakni 1,3 km. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur," kata Sigit dalam laporan tertulisnya pada Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Sigit, aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 116 detik.

Sepanjang Selasa, sejak pukul 00.32 WIB hingga 11.13 WIB, Gunung Semeru telah mengalami tujuh kali erupsi dengan tinggi letusan bervariasi antara 800 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak Mahameru atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut.

Meski aktivitas erupsi masih berlangsung, status Gunung Semeru hingga kini tetap berada pada Level III (Siaga).

Sigit menjelaskan, masyarakat diimbau mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan otoritas vulkanologi guna menghindari risiko bencana.

"Masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi)," katanya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.

Petugas juga mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar yang dapat mengalir melalui sejumlah sungai berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Sigit.

Dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta terus memantau informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api dan mengikuti seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid