BGN Nabire Manfaatkan MPLS untuk Sosialisasikan Program MBG Jelang Perluasan Layanan

Senin, 13 Juli 2026 19:39 WIB
Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem saat meninjau penyaluran MBG usai libur sekolah di salah satu SD Nabire pada Senin, 13 Juli 2026. (IDNVoice/BGN Nabire)
Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem saat meninjau penyaluran MBG usai libur sekolah di salah satu SD Nabire pada Senin, 13 Juli 2026. (IDNVoice/BGN Nabire)

IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai momentum untuk menyosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa baru dan orang tua. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan perluasan layanan pada tahun ajaran 2026/2027.

Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem mengatakan sosialisasi dilakukan karena sebagian sekolah yang menjadi sasaran Program MBG masih menjalankan MPLS sehingga layanan makan bergizi belum dapat diberikan.

"Kami memanfaatkan MPLS untuk sosialisasi MBG kepada siswa baru dan orang tua murid agar mereka memahami manfaat program ini dan memberikan persetujuan," kata Marsel di Nabire, Papua Tengah pada Senin, 13 Juli 2026.

Ia menjelaskan persetujuan dari orang tua merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum peserta didik dapat menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Marsel mengungkapkan, pada hari pertama pelaksanaan setelah libur sekolah, baru lima dari total 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nabire yang kembali beroperasi melayani Program MBG di enam sekolah, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Lima SPPG yang telah beroperasi tersebut berada di Kalibobo, Sriwini 2, Sriwini 3, Gerimulyo, dan Yaro. Sementara sembilan SPPG lainnya akan mulai memberikan layanan setelah pelaksanaan MPLS di sekolah sasaran selesai.

Menurut Marsel, selama masa libur semester pelayanan MBG dihentikan sementara sesuai arahan BGN Pusat. Penghentian itu dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan tata kelola dan penguatan sistem internal.

Selain melakukan sosialisasi, BGN Nabire juga masih menunggu pembaruan data peserta didik dari masing-masing sekolah. Hal itu diperlukan karena jumlah siswa diperkirakan meningkat setelah proses penerimaan peserta didik baru.

"Ada sekolah yang sebelumnya memiliki sekitar 500 siswa, sekarang bertambah menjadi sekitar 800 siswa. Namun, kami membutuhkan data siswa berdasarkan nama dan alamat sebelum pelayanan dilakukan," ujarnya.

Ia memperkirakan seluruh SPPG di Kabupaten Nabire dapat kembali memberikan layanan MBG secara penuh pada pekan depan setelah seluruh sekolah menyelesaikan MPLS dan menyerahkan data peserta didik.

Marsel menambahkan, selama sepekan terakhir seluruh SPPG telah melakukan berbagai persiapan operasional, mulai dari pembekalan karyawan mengenai standar operasional prosedur (SOP), pembersihan dapur, hingga memastikan seluruh fasilitas siap digunakan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, BGN berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Nabire dapat kembali berjalan optimal serta menjangkau lebih banyak siswa pada tahun ajaran baru. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid