Program Inkubasi Bisnis Dimulai, STAI Yogyakarta dan Lazisnu DIY Perkuat UMKM Gunungkidul

Minggu, 12 Juli 2026 16:20 WIB
Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Mahasiswa (PIB-KM) STAI Yogyakarta bersama Lazisnu PWNU DIY resmi memulai Program Pendampingan UMKM di Kabupaten Gunungkidul, sosialisasi digelar di Aula Kantor Balai Kelurahan Pucung, Kapanewon Girisubo pada Sabtu, 11 Juli 2026. (IDNVoice/NH-Istimewa)
Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Mahasiswa (PIB-KM) STAI Yogyakarta bersama Lazisnu PWNU DIY resmi memulai Program Pendampingan UMKM di Kabupaten Gunungkidul, sosialisasi digelar di Aula Kantor Balai Kelurahan Pucung, Kapanewon Girisubo pada Sabtu, 11 Juli 2026. (IDNVoice/NH-Istimewa)

IDNVoice.com - Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diperkuat. Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Mahasiswa (PIB-KM) STAI Yogyakarta bersama Lazisnu PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memulai Program Pendampingan UMKM di Kabupaten Gunungkidul.

Program tersebut diawali dengan sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Balai Kelurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Sabtu (11 Juli 2026). Kegiatan ini diikuti delapan pelaku UMKM dari Kelurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, dan Kapanewon Rongkop, serta dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, pemerintah desa, dan para pendamping UMKM.

Wakil Ketua III STAI Yogyakarta sekaligus pendamping UMKM Inkubasi Bisnis Lazisnu DIY, Nurhidayatuloh, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan yang komprehensif, termasuk membantu pengurusan sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Harapan besar dari program ini adalah agar UMKM di Gunungkidul bisa naik kelas dan mampu menaikkan omzet, sehingga dapat berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitarnya," kata Nurhidayatuloh dalam keterangannya pada Minggu, 12 Juli 2026.

Menurutnya, legalitas usaha dan peningkatan kapasitas manajemen menjadi fondasi penting agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Kesra/Kamituwo Kelurahan Pucung, Sri Endayani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran STAI Yogyakarta dan Lazisnu DIY yang memfasilitasi pelaku UMKM mengikuti program inkubasi bisnis.

Ia berharap pendampingan tersebut mampu meningkatkan omzet pelaku usaha sekaligus menciptakan sistem pemasaran yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Mahasiswa (PIB-KM) STAI Yogyakarta, Agus Suprianto, menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat merupakan kunci dalam membangun UMKM yang tangguh dan berdaya saing.

"Sinergi kampus dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan UMKM yang mampu berkembang dan menghadapi tantangan dunia usaha," ujarnya.

Dosen STAI Yogyakarta yang juga menjadi pendamping program, Agustini, menjelaskan bahwa proses pendampingan akan berlangsung selama delapan bulan.

Selama periode tersebut, para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan intensif dalam pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemasaran, hingga penguatan kapasitas bisnis. Ia juga memperkenalkan para pendamping yang akan mendampingi masing-masing peserta dan mengajak seluruh pelaku UMKM aktif mengikuti setiap tahapan program.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Dalam sesi diskusi, para pelaku UMKM menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi sekaligus menyatakan kesiapan mengikuti seluruh rangkaian pendampingan agar usahanya mampu naik kelas, meningkatkan omzet, dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari unsur Nahdlatul Ulama. Rapat koordinasi turut dihadiri Nur Hakim dari MWC NU Rongkop yang memberikan motivasi sekaligus dukungan moral bagi keberlanjutan program pendampingan UMKM.

Melalui sinergi antara PIB-KM STAI Yogyakarta, Lazisnu PWNU DIY, pemerintah desa, dan Nahdlatul Ulama, program pendampingan ini diharapkan mampu melahirkan UMKM yang lebih profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid