IDNVoice.com - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Bentangan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai menunjukkan kemandirian usahanya. Berkat pendapatan operasional yang terus tumbuh, koperasi tersebut kini telah mampu menggaji dua pegawainya masing-masing sebesar Rp1,5 juta per bulan.
Ketua KDKMP Bentangan Bambang Gunarsa mengatakan kedua pegawai tersebut merupakan anggota koperasi yang membantu berbagai aktivitas operasional, mulai dari pengelolaan gerai sembako hingga penjualan pupuk dan LPG.
"Alhamdulillah KDMP sudah bisa memberi gaji selama 12 bulan ini," kata Bambang dikutip dari Antara pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menjelaskan besaran gaji yang diberikan kepada masing-masing pegawai disesuaikan dengan kemampuan keuangan koperasi saat ini.
"Sesuai kemampuan kami, KDMP. Mau digaji sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK), KDMP belum mampu," ujarnya.
KDMP Bentangan yang diresmikan pada Juli 2025 tersebut kini membukukan omzet rata-rata sekitar Rp40 juta per bulan dengan laba mencapai sekitar Rp7 juta per bulan.
Meski telah mampu memberikan gaji kepada pegawai, Bambang mengungkapkan seluruh pengurus koperasi hingga kini belum menerima honor. Mereka masih menjalankan tugas secara gotong royong demi memperkuat fondasi usaha koperasi.
Menurutnya, keuntungan yang diperoleh saat ini diprioritaskan untuk menambah modal usaha agar koperasi dapat terus berkembang dan memperluas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, kapasitas usaha KDMP Bentangan juga terus meningkat. Bambang menjelaskan, pada awal operasional sebagian besar barang yang dijual di gerai masih menggunakan sistem konsinyasi atau titip jual.
Namun seiring bertambahnya modal usaha, kini seluruh stok barang yang dijual telah dibeli menggunakan modal koperasi sendiri. Langkah tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kemandirian dan kesehatan keuangan koperasi dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Keberhasilan KDMP Bentangan menggaji pegawai sekaligus memperkuat permodalan menjadi salah satu contoh perkembangan koperasi desa yang mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa. [DR]