Karhutla di Lumajang Berhasil Dikendalikan, Dua Hektare Lahan Terbakar

Sabtu, 11 Juli 2026 17:53 WIB
Tim gabungan bergerak cepat memadamkan kobaran api secara manual karena medan yang sulit di kawasan Petak 15A dan 15B2 RPH Bago BKPH Pasirian pada Jumat malam, 10 Juli 2026. (IDNVoice/BPBD Lumajang)
Tim gabungan bergerak cepat memadamkan kobaran api secara manual karena medan yang sulit di kawasan Petak 15A dan 15B2 RPH Bago BKPH Pasirian pada Jumat malam, 10 Juli 2026. (IDNVoice/BPBD Lumajang)

IDNVoice.com - Tim gabungan bergerak cepat mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Blok Gunung Pucang Rangga, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10 Juli 2026) malam. Respons cepat lintas sektor berhasil mencegah kobaran api meluas ke kawasan hutan yang lebih luas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan keberhasilan pengendalian api tidak lepas dari koordinasi yang dilakukan segera setelah laporan diterima.

"Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran hutan meluas ke area yang lebih besar berkat koordinasi lintas sektor yang dilakukan sesaat setelah laporan diterima," kata Isnugroho pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Kebakaran terjadi di kawasan Petak 15A dan 15B2 RPH Bago BKPH Pasirian. Titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.40 WIB setelah seorang warga melihat kepulan asap dari kawasan hutan. Informasi tersebut langsung diteruskan kepada Perhutani, BPBD Lumajang, Koramil 0821/09 Pasirian, Polsek Pasirian, serta Pemerintah Desa Condro.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan segera menuju lokasi. Karena medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran, petugas melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok dari ranting basah, cakar besi, serta membuat sekat bakar untuk menghentikan rambatan api.

"Kecepatan api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam tanpa menimbulkan korban jiwa maupun mengancam permukiman warga," tuturnya.

Isnugroho menegaskan, kecepatan masyarakat dalam menyampaikan informasi menjadi faktor utama keberhasilan penanganan kebakaran.

"Kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci keberhasilan penanganan kebakaran. Laporan cepat dari masyarakat memungkinkan tim segera bergerak, sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas ke area yang lebih besar," katanya.

Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 WIB dan proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 20.15 WIB.

Hasil asesmen sementara menunjukkan kebakaran menghanguskan sekitar dua hektare semak belukar, ilalang, rumput, serta daun kering di bawah tegakan pohon jati dan johar. Lokasi kebakaran berada sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada kawasan hunian.

Menurut Isnugroho, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari gesekan bebatuan yang memercikkan api ke ilalang dan daun kering di tengah cuaca panas pada musim kemarau.

"Berdasarkan laporan awal petugas di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh gesekan bebatuan yang mengenai ilalang dan daun kering di tengah kondisi cuaca panas pada musim kemarau," katanya.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih terus dipantau dan dikoordinasikan bersama pihak terkait.

Peristiwa ini terjadi setelah Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026. Penetapan tersebut menjadi dasar penguatan kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya potensi bencana selama musim kemarau.

BPBD Kabupaten Lumajang juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Dalam kondisi darurat bencana, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Lumajang di nomor 081234570077 untuk mendapatkan penanganan secepatnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid