Cari HP dan Motor Almarhumah yang Hilang Kuasa Hukum Keluarga Buka Sayembara Rp20 Juta

Sabtu, 11 Juli 2026 09:22 WIB
Dokumentasi almarhumah NDR semasa hidup saat mengendarai Honda Beat miliknya yang kini disebut hilang saat jenazahnya ditemukan di kamar indekos wilayah Gomong, Kota Mataram. (IDNVoice/Kuasa hukum keluarga NDR)
Dokumentasi almarhumah NDR semasa hidup saat mengendarai Honda Beat miliknya yang kini disebut hilang saat jenazahnya ditemukan di kamar indekos wilayah Gomong, Kota Mataram. (IDNVoice/Kuasa hukum keluarga NDR)

IDNVoice.com - Kuasa hukum keluarga mahasiswi NDR yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuka sayembara berhadiah Rp20 juta bagi masyarakat yang dapat membantu menemukan telepon seluler dan sepeda motor milik korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kuasa hukum keluarga NDR, Lalu Anton Hariawan, mengatakan keberadaan dua barang tersebut diyakini dapat membantu proses pengungkapan kasus yang masih ditangani kepolisian.

"Jadi, di sini kan ada handphone dan kendaraan roda dua milik NDR yang hilang, itu belum ditemukan sampai sekarang. Kalau ada masyarakat umum yang bisa bantu temukan, akan kami kasih hadiah uang Rp20 juta," kata Lalu Anton Hariawan di Mataram pada Jumat, 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan, masyarakat yang memiliki informasi ataupun berhasil menemukan barang milik korban dapat melapor ke Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB di Jalan Bung Karno Nomor 10, Pagutan, Kota Mataram, maupun langsung kepada pihak kepolisian.

"Saya jamin kerahasiaan identitas pihak yang menemukan. Bisa langsung ke kantor kami, bisa juga ke kepolisian," ujarnya.

Lalu Anton mengungkapkan, kendaraan yang hilang merupakan Honda Beat berwarna biru dengan sepatbor depan putih bernomor polisi EA 6129 KB.

Sementara itu, penyidik Polresta Mataram juga masih berupaya menelusuri keberadaan barang-barang milik korban yang hilang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan hingga kini pihaknya belum menemukan barang berharga milik almarhumah sejak jasadnya ditemukan di kamar indekos.

Selain sepeda motor, satu unit telepon seluler milik korban juga belum ditemukan. Polisi meyakini keberadaan ponsel tersebut dapat menjadi petunjuk penting untuk mengungkap motif di balik kematian NDR.

NDR, mahasiswi asal Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh sepupunya bersama seorang rekannya yang baru tiba dari Jakarta pada Minggu (17/5) malam.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang di dalam kamar indekos dengan kondisi tubuh telah kaku. Pintu kamar diketahui dalam keadaan terkunci.

Kasus kematian mahasiswi tersebut sempat menjadi perhatian luas masyarakat dan viral di media sosial. Berbagai pihak terus menyuarakan dukungan kepada keluarga korban sekaligus berharap kepolisian segera mengungkap fakta serta penyebab kematian NDR. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid