Antisipasi Lonjakan Permintaan MBG, Pasokan Daging Ayam di Babel Ditambah 73 Ton

Jum'at, 10 Juli 2026 15:13 WIB
Ilustrasi: Pedagang ayam di pasar. (IDNVoice/RRI)
Ilustrasi: Pedagang ayam di pasar. (IDNVoice/RRI)

IDNVoice.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan ketersediaan daging ayam ras tetap aman dan berlimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali beroperasi setelah berakhirnya masa liburan sekolah.

Kepala Disperindag Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, mengatakan stok daging ayam ras yang tersimpan di lima gudang distributor saat ini mencapai 376,3 ton, sehingga dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

"Saat ini stok daging ayam ras di lima gudang distributor mencapai 376,3 ton dan berlimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini," kata Subekti di Pangkalpinang pada Jumat, 10 Juli 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama para pelaku distribusi telah mengantisipasi potensi peningkatan permintaan daging ayam seiring kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program MBG.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, para distributor pada pekan ini kembali menambah pasokan sebanyak 73 ton, sehingga total ketersediaan daging ayam ras meningkat menjadi 449,3 ton.

"Dalam minggu ini, para pelaku usaha kembali menambah pasokan 73 ton untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dapur SPPG MBG," ujarnya.

Subekti menjelaskan, berhentinya sementara aktivitas dapur SPPG selama liburan sekolah memberikan dampak signifikan terhadap pola permintaan pangan, khususnya komoditas daging ayam ras.

Selama dapur MBG tidak beroperasi, permintaan daging ayam di sejumlah pasar di Kota Pangkalpinang mengalami penurunan. Kondisi itu menyebabkan stok di tingkat distributor maupun pedagang eceran meningkat.

Melimpahnya pasokan turut mendorong penurunan harga daging ayam ras karkas di pasaran menjadi Rp31.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan sebelum libur sekolah yang berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

"Saat ini permintaan daging ayam di sejumlah pasar di Kota Pangkalpinang berkurang sehingga berdampak terhadap harga komoditas tersebut turun menjadi Rp31.000 per kilogram," katanya.

Ia menambahkan, penurunan permintaan tersebut juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha ayam ras. Menurutnya, konsumsi masyarakat belum mampu menyerap seluruh pasokan yang tersedia selama dapur MBG berhenti sementara.

"Sejak dapur MBG ini libur, para pelaku usaha di daerah ini banyak yang mengeluh karena permintaan berkurang seiring kondisi ekonomi masyarakat yang masih melesu," ungkap Subekti.

Disperindag Kepulauan Bangka Belitung menegaskan akan terus memantau perkembangan stok, pasokan, dan harga daging ayam ras agar keseimbangan antara kebutuhan dapur MBG, konsumsi masyarakat, serta keberlangsungan usaha para pelaku pangan tetap terjaga. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid