IDNVoice.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem resmi mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait pengelolaan minyak dan gas (migas) di Lapangan Tangkulo, Wilayah Kerja (WK) South Andaman. Dalam surat tersebut, Pemerintah Aceh menyampaikan empat permintaan yang dinilai penting bagi kepentingan daerah dan nasional.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan surat bernomor 500.16.7.2/7039 tersebut telah diterima Kementerian Sekretariat Negara pada 30 Juni 2026. Surat itu berisi permohonan peninjauan dan revisi persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo WK South Andaman.
"Gubernur Mualem mengusulkan yang terbaik untuk negara ini, khususnya untuk Aceh. Ada empat poin yang disampaikan. Sekarang kita menunggu respons pemerintah pusat," kata Nurlis di Banda Aceh, Senin.
Menurut Nurlis, surat tersebut juga merupakan respons Pemerintah Aceh terhadap kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Melalui surat Nomor T-85/MG.04/MEM.M/2026 tertanggal 9 Maret 2026 kepada SKK Migas, Menteri ESDM menyetujui PoD I Lapangan Tangkulo dengan skema pengolahan gas mentah menggunakan fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) yang berada di laut.
Dalam surat kepada Presiden, Pemerintah Aceh menyampaikan empat poin utama. Pertama, meminta agar besaran bagi hasil (split) yang saat ini ditetapkan sebesar 4 persen untuk gas dan 6 persen untuk minyak ditinjau kembali karena dinilai masih terlalu kecil.
Nurlis mengatakan Pemerintah Aceh berharap pembagian tersebut dapat dirasionalisasi dengan mempertimbangkan kepentingan nasional sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi Aceh.
Poin kedua, Pemerintah Aceh mengusulkan agar pengolahan gas mentah dilakukan di darat (onshore) melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. Menurutnya, kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur eks PT Arun NGL dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029 serta sejalan dengan program Asta Cita Prabowo-Gibran.
Selanjutnya, Pemerintah Aceh meminta Presiden Prabowo mengarahkan Menteri ESDM untuk meninjau kembali sekaligus merevisi persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman.
"Poin terakhir dalam surat Gubernur Aceh ke Presiden yaitu meminta alokasi khusus minyak dan gas bumi untuk Aceh," ujar Nurlis.
Lebih lanjut, Nurlis menjelaskan kawasan Andaman memiliki enam blok migas utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.
Ia mengatakan Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 300 MMSCFD gas. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 MMSCFD telah memiliki komitmen penjualan melalui Gas Sale Agreement (GSA) kepada PLN, sementara sisanya dinilai berpotensi menjadi pendorong tumbuhnya berbagai industri hilir di Aceh.
Selain gas, Lapangan South Andaman juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Produk tersebut dapat diolah menjadi nafta, kerosin, hingga gasoline yang menjadi bahan baku industri petrokimia, cat, dan bahan bakar minyak.
"Kondensat akan menjadi penggerak lahirnya kilang (refinery). Dampak ekonomi sesungguhnya akan muncul ketika berbagai industri hilir itu mulai berdiri dan beroperasi," demikian tulisnya. [DR]