Koster Bantah Hambat Program MBG, Tegaskan Bali Siapkan Lahan untuk SPPG, KDKMP dan Sekolah Rakyat

Minggu, 05 Juli 2026 14:44 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster. (IDNVoice/Pemprov Bali)
Gubernur Bali Wayan Koster. (IDNVoice/Pemprov Bali)

IDNVoice.com – Gubernur Bali Wayan Koster membantah tudingan yang menyebut dirinya tidak mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menghambat pelaksanaannya di Bali. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Bali justru telah mengambil berbagai langkah konkret untuk mendukung program strategis nasional yang digagas pemerintah pusat.

Dalam keterangan resminya di Denpasar, Sabtu, Koster menyampaikan bahwa Pemprov Bali telah menyiapkan lahan seluas 7,1 hektare untuk pembangunan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pendukung Program Makan Bergizi Gratis.

"Pemprov Bali telah mengambil langkah nyata dalam mendukung berbagai program strategis nasional, pertama, penyediaan lahan seluas 7,1 hektare untuk pembangunan fasilitas SPPG untuk Program MBG," ujar Koster pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi ratusan massa yang mendatangi Kantor Gubernur Bali pada Selasa (30 Juni 2026). Dalam aksi itu, Koordinator Lapangan Bima Mocha meminta Gubernur Bali mendukung berbagai program pemerintah pusat yang dinilai berpihak kepada masyarakat serta tidak menghambat pelaksanaannya.

Menanggapi hal tersebut, Koster menegaskan bahwa pembangunan SPPG telah direncanakan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Bahkan, usulan pembangunan tersebut sudah diajukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 20 Mei 2025.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya memahami kewajiban untuk menjalankan kebijakan pemerintah pusat.

"Saya sangat memahami tatanan bernegara dan penyelenggaraan pemerintahan, bahwa pemerintahan kita hanya satu, meliputi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dimana pemerintah daerah dan kepala daerah memiliki kewajiban melaksanakan kebijakan dan program strategis pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto," ujarnya.

Koster mengatakan klarifikasi tersebut penting untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai komitmen Pemerintah Provinsi Bali terhadap program prioritas nasional.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Bali, termasuk pengguna media sosial, agar mengedepankan informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab.

"Khususnya kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan yang menyesatkan, mari kita dukung dan sukseskan bersama program strategis nasional yang dilaksanakan oleh Presiden RI," kata Koster.

Selain menegaskan dukungan terhadap Program MBG, Koster juga memastikan Pemprov Bali mendukung pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Sekolah Rakyat yang turut disinggung dalam aksi tersebut.

Untuk Program KDKMP, Pemprov Bali telah menyediakan lahan seluas lebih dari dua hektare yang akan digunakan membangun fasilitas koperasi di berbagai kabupaten dan kota di Bali.

Sementara untuk Program Sekolah Rakyat, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 5,67 hektare di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

"Pembangunan sudah hampir selesai dan telah dilakukan persiapan untuk penerimaan siswa baru," ucapnya.

Sejak awal, lanjut Koster, dirinya telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali beserta seluruh kepala perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, KDKMP, dan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal di Pulau Dewata. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid