IDNVoice.com – Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) akan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung konsep sekolah dasar berwawasan global yang memadukan Kurikulum Nasional dengan pendekatan internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Kepala MSUS Agung Rahmanto mengatakan sekolah tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dasar yang adaptif terhadap perkembangan global sekaligus kuat dalam pembentukan karakter.
"Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dasar yang adaptif terhadap perkembangan dunia sekaligus kuat dalam pembentukan karakter," kata Agung pada Sabtu, 4 Juli 2206.
Kegiatan belajar mengajar akan dimulai sesuai kalender pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni pada Senin, 13 Juli 2026.
Pada tahap awal operasional, MSUS membuka dua jenjang pendidikan, yaitu kelas I dan kelas III, yang masing-masing terdiri atas dua kelas paralel.
"Tahap awal operasional, MSUS membuka dua rombongan belajar, yakni kelas I dan kelas III yang masing-masing terdiri atas dua kelas paralel," ujarnya.
Ke depan, MSUS ditargetkan memiliki dua kelas paralel di setiap jenjang dari kelas I hingga kelas VI atau sebanyak 12 rombongan belajar dengan kapasitas 28 siswa per kelas.
"Dengan demikian, jumlah peserta didik yang ditargetkan mencapai 336 siswa," katanya.
Agung menjelaskan MSUS mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan praktik terbaik dari Cambridge Curriculum dan International Baccalaureate (IB). Pendekatan tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa, Matematika, dan Sains melalui sumber belajar berstandar internasional.
"Sedangkan pendekatan IB memperkuat pembelajaran berbasis inquiry, pengembangan karakter pembelajar, kemampuan refleksi, komunikasi, dan wawasan global," ujarnya.
Menurutnya, konsep pembelajaran tersebut dirancang untuk mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas sebagai Muslim dan warga negara Indonesia.
"Bisa menjadi salah satu model sekolah dasar unggulan yang mampu mengintegrasikan pendidikan nasional, perspektif internasional, inovasi teknologi, serta nilai-nilai Islam dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Agung. [DR]