Lumajang Perkuat Budaya Inovasi, BRIN Sebut Desa Jadi Fondasi Pembangunan

Sabtu, 04 Juli 2026 09:49 WIB
Peneliti BRIN Siti Zuhro memberikan cinderamata buku kepada Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam kegiatan Semeru Corpu Lumajang Series 6 di Kantor Bupati Lumajang pada Jumat, 3 Juli 2026. (IDNVoice/Diskominfo Lumajang)
Peneliti BRIN Siti Zuhro memberikan cinderamata buku kepada Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam kegiatan Semeru Corpu Lumajang Series 6 di Kantor Bupati Lumajang pada Jumat, 3 Juli 2026. (IDNVoice/Diskominfo Lumajang)

IDNVoice.com - Peneliti Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Siti Zuhro menegaskan desa yang inovatif menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Lumajang sebagai daerah yang maju, adaptif, dan memiliki daya saing.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Semeru Corpu Lumajang Series 6 yang digelar di Kantor Bupati Lumajang pada Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Siti Zuhro, desa yang mampu mengembangkan potensi lokal melalui berbagai inovasi akan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan daerah secara menyeluruh.

"Desa yang mampu mengembangkan potensi lokal melalui berbagai inovasi akan menjadi pondasi penting bagi terwujudnya kabupaten yang lebih maju, adaptif, dan memiliki daya saing," katanya.

Ia menjelaskan, apabila Kabupaten Lumajang ingin menjadi kabupaten yang inovatif, maka seluruh desa juga harus menjadi desa yang inovatif. Menurutnya, pembangunan desa akan berjalan lebih optimal apabila didukung oleh kepemimpinan yang mampu menjadi motor penggerak perubahan.

Siti Zuhro menilai keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari kemampuan pemerintah mengelola potensi daerah hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Inovasi perlu menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan mengedepankan kolaborasi, tata kelola yang adaptif, serta pemanfaatan potensi lokal sebagai penggerak pembangunan," ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, menurutnya, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperkuat perekonomian lokal, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan inovasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Inovasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Meningkatnya ekspektasi masyarakat harus dijawab dengan birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi," kata Indah Amperawati.

Ia menambahkan inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Menurutnya, penyederhanaan proses kerja, percepatan pelayanan, peningkatan transparansi, serta penguatan akuntabilitas juga merupakan bentuk inovasi yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Dengan penguatan budaya inovasi hingga tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap mampu mendorong pembangunan yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid