Sekitar 30 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Semarang Belum Aktif, Terkendala Anggota hingga Modal

Rabu, 01 Juli 2026 14:10 WIB
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KNMP), Sumubroto, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. (IDNVoice/Goggle Maps-sahasika paramesti)
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KNMP), Sumubroto, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. (IDNVoice/Goggle Maps-sahasika paramesti)

IDNVoice.com - Sebanyak sekitar 30 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Semarang tercatat belum aktif dari total 177 kelurahan yang ada. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berupaya mendorong koperasi tersebut agar segera beroperasi melalui berbagai program pemberdayaan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Margarita Mita Dewi, menjelaskan sebagian besar KKMP telah berjalan, sedangkan sisanya masih dalam tahap penguatan kelembagaan dan operasional. Menurutnya, kendala utama yang dihadapi koperasi yang belum aktif adalah minimnya jumlah anggota, keterbatasan modal, serta belum tersedianya tempat penyimpanan barang, terutama bagi koperasi yang akan menjalankan usaha sembako.

"Cuma 30-an yang belum aktif. Lainnya sudah punya usaha semuanya," ujar Mita.

"(Kendala) Ada masih seputar anggotanya sedikit, modalnya sedikit, kemudian kalau mau berusaha atau menjalankan jenis usahanya di sembako enggak punya tempat untuk penyimpanan stok," katanya melalui sambungan telepon dikutip dari Tribun Jateng pada Selasa, 30 Juni 2026.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satunya dengan melibatkan KKMP dalam program Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan. Melalui program itu, koperasi dapat menjadi bagian dari kios pangan tanpa harus menyediakan stok dalam jumlah besar.

"Nah, kita dorong teman-teman yang belum punya usaha ini bisa masuk dalam anggota kios pangan. Jadi, nanti ikut meramaikan kebutuhan Gerakan Pangan Murah," jelas Mita.

Di sisi lain, perkembangan usaha KKMP yang telah aktif dinilai cukup menggembirakan. Menurut Mita, sejumlah koperasi bahkan mampu membukukan omzet puluhan hingga hampir Rp100 juta setiap bulan dengan berbagai jenis usaha yang dijalankan.

"Omzetnya ngeri. Macam-macam. Ada yang Rp60 juta sebulan, ada yang hampir ya hampir Rp100 (juta)," tuturnya.

Mita menambahkan, jenis usaha yang dapat dikembangkan KKMP cukup beragam, mulai dari gerai sembako, gerai obat murah, layanan simpan pinjam, penyewaan gudang, hingga budidaya perikanan. "Kalau KKMP Candisari malah budidaya lele," katanya.

Selain itu, pemerintah juga mulai menyalurkan dukungan sarana dan prasarana bagi KKMP yang telah beroperasi, termasuk kendaraan operasional. Namun, fasilitas tersebut baru diberikan kepada koperasi yang gerainya telah selesai dibangun.

"KKMP yang sudah dapat kendaraan (operasional) baru KKMP Sampangan, karena kan pembangunan gerainya baru satu. Yang lainnya menyusul, proses. Sedang dibangun tiga," pungkasnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid