Regenerasi Budaya Lumajang, 500 Penari Muda Tampilkan Kolaborasi dalam Segoro Topeng Kaliwungu

Senin, 29 Juni 2026 17:06 WIB
Ratusan penari memeriahkan tari kolosal Segoro Topeng Kaliwungu di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang pada Minggu, 28 Juni 2026. (IDNVoice/Diskominfo Lumajang)
Ratusan penari memeriahkan tari kolosal Segoro Topeng Kaliwungu di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang pada Minggu, 28 Juni 2026. (IDNVoice/Diskominfo Lumajang)

IDNVoice.com - Upaya menjaga kelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan festival, tetapi juga dengan memastikan lahirnya generasi muda yang mengenal, mencintai, dan mampu mewariskan seni tradisi kepada generasi berikutnya.

Semangat tersebut terlihat dalam puncak acara Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak 2026 yang digelar di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (28 Juni 2026). Sebanyak 500 penari muda tampil dalam pertunjukan kolosal yang mengangkat kekayaan budaya daerah.

Ratusan penari tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 1.100 peserta yang berasal dari 114 sekolah dan 29 sanggar tari di Kabupaten Lumajang. Setelah melalui tahapan kurasi dan pembinaan, para penari terpilih dipercaya menampilkan karya seni yang menggambarkan kekuatan budaya lokal.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya menjadi investasi penting untuk menjaga keberlanjutan seni tradisi daerah.

"Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui festival atau pertunjukan. Yang paling penting adalah menanamkan rasa memiliki kepada generasi muda. Ketika mereka memahami makna budaya daerahnya, di situlah warisan budaya akan terus hidup," ujarnya.

Menurutnya, proses panjang latihan yang dilakukan para peserta tidak hanya bertujuan menghasilkan pertunjukan yang menarik, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda.

Melalui latihan seni, para peserta belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.

Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, sanggar tari, seniman, guru, hingga orang tua, menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi bersama. Sinergi tersebut dinilai penting agar regenerasi pelaku seni di Kabupaten Lumajang terus berjalan.

Selain menghadirkan pertunjukan berkualitas, proses pembinaan juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk memahami sejarah, filosofi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan lebih banyak generasi muda yang tidak hanya menjadi pelaku seni, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Lumajang ke tingkat yang lebih luas. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid