KDKMP Bangkalan Gandeng 1.305 Kelompok Tani, Perkuat Pasar Hasil Pertanian Warga

Minggu, 28 Juni 2026 22:03 WIB
Gedung KDKMP Desa Pengeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Jawa Timur. (IDNVoice/RRI)
Gedung KDKMP Desa Pengeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Jawa Timur. (IDNVoice/RRI)

IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, terus mematangkan strategi pemasaran untuk memastikan keberlanjutan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat kerja sama dengan kelompok tani agar koperasi mampu menjadi jalur pemasaran hasil pertanian masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan Karyadinata mengatakan, keterlibatan petani menjadi kunci agar keberadaan KDKMP tidak hanya menjadi lembaga ekonomi desa, tetapi juga mampu memberikan kepastian pasar bagi produk pertanian lokal.

"Karena itu, saat ini kami mulai melakukan pendataan potensi hasil pertanian warga, sehingga nantinya Koperasi Merah Putih yang ada di Bangkalan ini bisa memiliki kepastian pasokan hasil pertanian warga sesuai potensi masing-masing," kata Karyadinata di Bangkalan pada Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menjelaskan, sektor pertanian memiliki peran besar dalam menopang perekonomian masyarakat Bangkalan. Kontribusi sektor tersebut mencapai sekitar 20 hingga 23,42 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bangkalan.

"Dengan demikian, Koperasi Desa Merah Putih wajib cermat melihat potensi lokal, dan yang perlu dipahami bahwa pertanian adalah pijakan paling kokoh untuk membangun ketahanan ekonomi warga," ujarnya.

Menurut Karyadinata, dukungan pemerintah daerah tidak hanya diberikan pada aspek produksi pertanian, tetapi juga mencakup penguatan kualitas hasil panen agar mampu memenuhi standar pasar koperasi.

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Bangkalan akan memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul, pupuk, optimalisasi alat mesin pertanian dan perikanan, hingga penyuluhan teknis kepada para petani.

Selain memperkuat pemasaran hasil pertanian, skema penyerapan produk melalui koperasi juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak yang selama ini dinilai membuat posisi tawar petani menjadi lemah.

"Dengan penetapan harga beli yang adil, kami yakin, petani di Bangkalan diharapkan memperoleh nilai jual lebih baik dan kepastian pasar berkelanjutan," kata Karyadinata.

Nantinya, berbagai komoditas pertanian yang diserap oleh koperasi akan kembali didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemkab Bangkalan optimistis sinergi antara kelompok tani, pengurus koperasi, dan pendampingan pemerintah daerah dapat membuat program KDKMP berjalan optimal sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat.

Karyadinata menambahkan, keberadaan jaringan koperasi modern tersebut diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan pangan daerah, tetapi juga mampu mendorong desa-desa di Bangkalan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi mandiri.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 1.305 kelompok tani di Kabupaten Bangkalan yang tersebar di 273 desa dan 8 kelurahan, mencakup 18 kecamatan.

"Kami yakin kerja sama saling menguntungkan antara koperasi dan kelompok akan mendatangkan manfaat pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat Bangkalan," tuturnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid