IDNVoice.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis pengembangan semen beku sapi jenis Belgian Blue oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, dapat menjadi salah satu kunci untuk mempercepat terwujudnya swasembada daging nasional.
Saat meninjau BBIB Singosari, Minggu (28 Juni 2026), Khofifah mengatakan pengembangan semen beku Belgian Blue telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dan mulai dimanfaatkan di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Mojokerto, Situbondo, Bondowoso, dan Jember.
"Saya berharap bahwa apa yang menjadi kekuatan dari BBIB Singosari bisa dimanfaatkan oleh seluruh daerah karena pada dasarnya Indonesia punya potensi swasembada daging. Untuk uji coba Belgian Blue sudah relatif sukses," kata Khofifah pada Minggu, 28 Juni 2026.
BBIB Singosari saat ini memiliki lima ekor pejantan sapi Belgian Blue yang mampu memproduksi sekitar 1.000 hingga 2.000 dosis semen beku setiap bulan. Secara keseluruhan, balai tersebut mengelola 165 sapi jantan unggul dari berbagai jenis.
Selain sapi, BBIB Singosari juga memiliki 30 kambing jantan, 279 sapi perah, serta 411 bibit kambing yang menjadi sumber pengembangan bibit ternak nasional.
Hingga Juni 2026, fasilitas inseminasi buatan di Kabupaten Malang itu telah memproduksi sebanyak 895.559 dosis semen beku.
Menurut Khofifah, jika potensi tersebut dimaksimalkan secara optimal, Indonesia berpeluang mewujudkan swasembada daging dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
Ia juga mengungkapkan BBIB Singosari kini terus mengembangkan semen beku sapi jenis Wagyu. Sapi asal Jepang tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi karena dagingnya banyak diminati restoran hingga hotel berbintang, dengan harga pasar yang mencapai sekitar Rp1 juta per kilogram.
Sementara itu, Kepala BBIB Singosari drh Akbar mengatakan semen beku Belgian Blue menjadi produk yang paling banyak diminati peternak karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Menurutnya, anak sapi Belgian Blue berusia satu bulan sudah memiliki harga jual berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta sehingga kebutuhan terhadap semen beku jenis tersebut terus meningkat.
"Di kami (harga semen beku) sekitar Rp15 ribu (per dosis) untuk Belgian Blue, jenis Simental dan Limosin Rp10 ribu. Kemudian, kalau Wagyu Rp7 ribu," kata Akbar.
Ia menambahkan setiap straw semen beku yang diproduksi BBIB Singosari memiliki standar minimal 25 juta sel sperma.
"Di Jawa Timur tingkat keberhasilannya 1,5-1,8 kali inseminasi buatan untuk bunting dan yang dikawin bobotnya body condition score (BCS) skala 3 (ideal), kalau standar betina 400-450 kilogram," ujarnya.
Pengembangan semen beku berbagai jenis sapi unggul tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternakan nasional sekaligus mendukung percepatan program swasembada daging yang menjadi salah satu target pemerintah. [DR]