IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus menggenjot realisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Meski sebagian besar belum memiliki gedung atau gerai permanen, sebanyak 19 koperasi telah mulai menjalankan aktivitas usaha sesuai potensi desa masing-masing.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Disnakerperinkop dan UKM Kudus, M. Faiz Anwari, mengatakan belasan KDKMP tersebut tetap beroperasi dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia sambil menunggu pembangunan gerai rampung.
"Program KDMP di Kudus sudah berjalan, ada 19 kopdes yang beroperasi meskipun sebagian tak memiliki gerai," kata Faiz pada Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut dia, setiap koperasi mengembangkan lini usaha yang disesuaikan dengan potensi desa. Mayoritas bergerak di sektor penyediaan sembako dan gas LPG, namun ada pula yang mengembangkan usaha sesuai kebutuhan lokal.
KDKMP Megawon, misalnya, telah mengelola usaha kios gas LPG, sembako, dan katering. Sementara KDKMP Jati Wetan menjalankan usaha gas LPG, sembako, serta alat tulis kantor (ATK). Adapun KDKMP Wergu Kulon memilih membuka layanan percetakan banner.
Faiz menegaskan, operasional koperasi tidak harus menunggu pembangunan gedung atau gerai selesai. Yang terpenting, kata dia, aktivitas usaha sudah berjalan sehingga manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat.
"Hingga saat ini, beberapa KDMP sudah mulai beroperasi sesuai potensi usaha masing-masing desa. Harapan kami Agustus nanti seluruh KDMP bisa beroperasi serentak," ujarnya.
Selain sektor perdagangan, sejumlah koperasi juga mengembangkan lini usaha lain. Di bidang jasa keuangan, KDKMP Loram Wetan dan Ngembalrejo menyediakan layanan Laku Pandai. Sementara di sektor perikanan, KDKMP Undaan Lor dan Karangrowo mengembangkan budidaya ikan dengan sistem bioflok.
Berdasarkan data per 14 Juni 2026, Disnakerperinkop dan UKM Kudus mencatat masih terdapat 90 desa yang sedang berproses membangun gerai KDKMP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 gerai telah selesai 100 persen dan 11 gerai telah diserahterimakan.
Di sisi lain, masih ada 42 desa yang belum memiliki gerai karena terkendala ketersediaan lahan. Sebagian besar desa mengalami kesulitan memperoleh lahan atau hanya memiliki lahan dengan luas kurang dari 1.000 meter persegi.
"Maka dari itu, untuk desa-desa yang belum memiliki lahan tetap kami anjurkan menjalankan usaha sesuai potensi desa. Target kami seluruh KDKMP di Kudus bisa beroperasi pada Agustus 2026 nanti," tandas Faiz. [DR]