Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Penangkapan Tersangka Penganiayaan Dialihkan ke Keluarga Korban

Sabtu, 27 Juni 2026 16:42 WIB
Adik korban dari pelaku penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR saat menerima uang senilai Rp250 juta dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat malam, 26 Juni 2026. (ANTARA/Rubby Jovan)
Adik korban dari pelaku penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR saat menerima uang senilai Rp250 juta dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat malam, 26 Juni 2026. (ANTARA/Rubby Jovan)

IDNVoice.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memutuskan hadiah sayembara senilai Rp250 juta terkait penangkapan Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita berinisial YTR, diberikan kepada keluarga korban sebagai bekal untuk masa depan.

Keputusan tersebut disampaikan Dedi saat konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat. Menurutnya, hadiah sayembara sebenarnya menjadi hak pihak yang berhasil menangkap tersangka. Namun, karena penangkapan dilakukan oleh jajaran Polda Jabar, hadiah tersebut dialihkan sesuai permintaan Kapolda Jabar.

“Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya dan meminta pada saya untuk serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya,” kata Dedi pada Jumat, 26 Juni 2026.

Dedi menjelaskan, sayembara yang diumumkannya sebelumnya juga memberikan dampak psikologis terhadap tersangka. Menurutnya, Taufik Hidayat merasa terus diawasi hingga akhirnya mengalami kebingungan dan berpindah-pindah tempat persembunyian sebelum berhasil ditangkap polisi.

“Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Yaitu dia pergi ke mana pun, merasa banyak orang yang mengawasi. Sehingga dia mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung,” ujarnya.

Tersangka akhirnya diamankan polisi di sebuah rumah di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.

Selain menyerahkan hadiah sayembara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung hingga pulih sepenuhnya. Dedi menyebut, berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan perawatan korban selama dua pekan ke depan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

“Pihak keluarga juga akan berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban. Kemudian dari situ, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh,” kata Dedi.

Dedi juga meminta keluarga korban tidak lagi melakukan penggalangan donasi untuk biaya pengobatan maupun kebutuhan sehari-hari selama proses pendampingan korban.

“Yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban. Terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya,” ujar dia.

Dengan langkah tersebut, Pemprov Jabar memastikan korban dan keluarganya mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi kesehatan maupun keberlangsungan hidup selama proses pemulihan berlangsung. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid