IDNVoice.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menunjuk Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat, 23 Oktober 2026. Penunjukan tersebut menjadi babak baru perjalanan karier pejabat yang akrab disapa Prima itu, setelah hampir empat tahun memimpin Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Prima menggantikan Robert Leonard Marbun, yang menduduki posisi Sekjen Kemenkeu sejak dilantik oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, pada 27 Maret 2026. Pelantikan Prima didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 141/TPA Tahun 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Suahasil juga melantik Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan dan Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
Penunjukan Prima menambah panjang perjalanan pengabdiannya di lingkungan Kemenkeu. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari bidang perpajakan, kebijakan fiskal, pendidikan dan pelatihan keuangan, hingga pengelolaan perbendaharaan negara.
Astera Primanto Bhakti lahir di Jakarta pada 20 Januari 1968. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi jurusan manajemen di Universitas Jenderal Soedirman pada 1990.
Setelah itu, Prima melanjutkan pendidikan ke University of Denver, Amerika Serikat, dan meraih gelar magister perpajakan atau Master of Taxation pada 1997. Latar belakang akademiknya tersebut menjadi bekal dalam perjalanan kariernya di bidang perpajakan dan kebijakan fiskal.
Berdasarkan profil karier di situs resmi Kementerian Keuangan, Prima memulai pengabdiannya sebagai penata muda pada 1992. Ia kemudian menempati berbagai posisi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), terutama yang berkaitan dengan administrasi, regulasi perpajakan, dan kerja sama perpajakan internasional.
Pada 2004, ia menjabat Kepala Bidang Administrasi dan Kerja Sama Perpajakan DJP. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan.
Kariernya berlanjut sebagai Kepala Subdirektorat Peraturan PPh Badan pada 2007, kemudian Kepala Subdirektorat Perjanjian dan Kerja Sama Perpajakan Internasional pada 2009.
Pada 2012, Prima beralih ke Badan Kebijakan Fiskal dengan menjabat Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. Pada Februari 2015, ia dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara, kemudian menjadi Staf Ahli Kebijakan Penerimaan Negara pada September tahun yang sama seiring perubahan nomenklatur jabatan di Kemenkeu.
Kepercayaan kembali diberikan kepadanya pada Januari 2017 ketika ia ditunjuk memimpin Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). Pada Desember 2017 hingga Juni 2018, ia juga pernah menjadi pelaksana tugas Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selanjutnya, Prima dilantik sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada Juni 2018. Jabatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum ia dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Prima mulai menjabat Direktur Jenderal Perbendaharaan pada 1 November 2022. Ia kembali dikukuhkan dalam posisi tersebut pada 23 Mei 2025 dan menjalankan tugas itu hingga penunjukannya sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu pada Oktober 2026.
Selain menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan, Prima memiliki pengalaman sebagai komisaris di sejumlah perusahaan dan lembaga.
Berdasarkan profil LinkedIn-nya, ia pernah menjabat Komisaris PT Semen Indonesia pada Maret 2017 hingga Februari 2023, Komisaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada Juli 2015 hingga November 2020, serta Komisaris Indosat Ooredoo pada Juni 2015 hingga Mei 2017.
Ia juga tercatat pernah menjadi komisaris PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Di tingkat internasional, Prima pernah menjadi pakar kebijakan pajak dan pengelolaan belanja publik untuk pembangunan berkelanjutan di Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (UN ESCAP) pada 2016–2018.
Pengalaman tersebut melengkapi rekam jejaknya di bidang kebijakan fiskal, tata kelola keuangan, dan pengelolaan organisasi.
Untuk memperkuat kapasitas profesionalnya, Prima juga mengikuti sejumlah program pendidikan eksekutif di luar negeri.
Pada Juni 2013, ia mengikuti program Comparative Tax Policy and Administration di Harvard Kennedy School. Sebelumnya, pada September 2012, ia mengikuti program kepemimpinan dan pembentukan tim berkinerja tinggi di Wharton Executive Education.
Pada November 2018, Prima mengikuti program di The London School of Economics and Political Science (LSE) yang berfokus pada aspek strategis, antarpribadi, dan psikologis dalam negosiasi.
Dengan pengalaman panjang di bidang perpajakan, kebijakan fiskal, perimbangan keuangan, dan perbendaharaan negara, Astera Primanto Bhakti kini mengemban tanggung jawab baru sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu. Penunjukan ini menandai kelanjutan kariernya di jajaran pimpinan kementerian yang memegang peran penting dalam pengelolaan keuangan negara. [DR]