IDNVoice.com - Novak Djokovic menuju French Open dengan satu tujuan utama; memenangkan gelar Grand Slam ke-25 yang akan menjadi rekor baru. Namun, peluang petenis Serbia itu untuk mencetak sejarah mulai meredup akibat musim 2026 yang terganggu dan membuatnya masih mencari performa terbaik.
Djokovic bermain sangat sedikit sejak kalah dari Carlos Alcaraz di final Australian Open pada Februari lalu. Petenis berusia 38 tahun itu mengatur beban pertandingannya sambil berusaha mengatasi cedera bahu yang terus mengganggu.
Kekalahan awal dari Dino Prizmic di Italian Open bulan ini serta keputusan untuk melewatkan upaya mempertahankan gelarnya di Geneva Open membuat persiapannya di lapangan tanah liat menjelang Grand Slam kedua tahun ini—yang dimulai pada Minggu—menjadi sangat terbatas.
“Ini tidak ideal. Saya tidak ingat kapan terakhir kali dalam beberapa tahun terakhir saya menjalani persiapan tanpa masalah fisik atau kesehatan menjelang turnamen,” katanya.
Dikutip dari Daily Times, Kamis (21/05/2026) Djokovic akan berusia 39 tahun saat pertandingan dimulai di Paris, kesulitan menghadapi dampak fisik dari karier lebih dari dua dekade terhadap tubuhnya. Namun, akan menjadi kesalahan jika langsung meremehkannya.
“Selalu ada sesuatu. Ini adalah kenyataan baru yang harus saya hadapi. Memang membuat frustrasi. Namun di saat yang sama, ini keputusan saya sendiri untuk tetap tampil dalam kondisi seperti ini. Ya memang begitulah adanya,” ucapnya.
Dua tahun lalu, ia berhasil mengatasi cedera lutut yang sampai memerlukan operasi untuk menghancurkan Alcaraz dan merebut medali emas Olimpiade di lapangan tanah liat Paris, menunjukkan ketangguhan mental yang menjadi ciri khas karier gemilangnya.
Meski demikian, ketangguhan mental saja tidak menjamin kesuksesan di level ini, dan Djokovic tahu apa yang masih kurang dari permainannya.
“Saya jelas belum berada di level yang saya inginkan untuk bersaing di level tertinggi dan melaju jauh,” tambahnya setelah langkahnya di Roma terhenti pada putaran kedua.
Dengan juara bertahan Alcaraz absen karena cedera pergelangan tangan, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner tampaknya menjadi penghalang utama jika Djokovic berhasil menemukan kembali ritmenya dan melaju jauh di French Open.
“Pada akhirnya Anda harus bermain. Anda harus memulai dari suatu titik. Saya sebenarnya ingin memulai lebih awal, tetapi saya tidak bisa. Jadi Anda hanya beradaptasi dan mencoba memaksimalkannya,” jelasanya.
Djakovic sudah berlatih sangat keras, namun menurutnya, hasil di lapangan tetap tidak bisa diprediksi.
“Saya berlatih sebanyak yang tubuh saya izinkan. Bagaimana hasilnya di lapangan, itu benar-benar tidak bisa diprediksi,”pungkasnya. [DR]