Enam Kabupaten di Jawa Timur Dikepung Banjir dan Longsor, Ratusan KK Terisolasi

Selasa, 03 November 2026 13:14 WIB
Ilustrasi: Emam daerah di Jawa Timur (Jatim) terkepung banjir. (IDNVoice/Antara Foto)
Ilustrasi: Emam daerah di Jawa Timur (Jatim) terkepung banjir. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com – Bencana banjir dan tanah longsor melanda enam kabupaten di Provinsi Jawa Timur pada Senin, 2 November 2026. Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah sejak Minggu (1 November 2026) malam memicu luapan sungai, banjir lahar dingin Gunung Semeru, hingga longsor yang merusak rumah dan infrastruktur.

Enam daerah terdampak meliputi Kabupaten Lumajang, Malang, Pacitan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi. Meski menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sehingga meningkatkan debit sejumlah sungai.

"Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu. Selain itu, aliran Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut," kata Satriyo.

Kabupaten Lumajang menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar. Banjir lahar dingin Semeru merendam tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari, dengan estimasi jumlah warga terdampak lebih dari 1.100 jiwa.

Di Kecamatan Jatiroto, banjir dengan ketinggian 20 hingga 60 sentimeter menggenangi Dusun Persil, Desa Rojopolo. Air merendam permukiman warga di RW 09, 10, dan 11 yang berdampak langsung terhadap sekitar 500 jiwa.

Dampak lebih parah terjadi di Kecamatan Tempursari. Banjir dan longsor menerjang enam desa, yakni Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, dan Pundungsari.

Sekitar 600 jiwa terdampak di wilayah tersebut. Bahkan, sebanyak 117 kepala keluarga (KK) di Dusun Taman Sari terisolasi setelah akses jalan menuju kawasan itu terputus total akibat derasnya arus banjir Sungai Glidik.

Selain merendam permukiman, bencana tersebut menyebabkan tiga rumah warga ambruk pada bagian teras. Kerusakan tanggul juga dilaporkan terjadi di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian.

Di Kabupaten Malang, banjir luapan sungai menggenangi Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Ketinggian air berkisar 30 hingga 40 sentimeter.

"Curah hujan tersebut mengakibatkan peningkatan debit air sungai hingga meluap dan menggenangi badan jalan di beberapa titik," ucap Satriyo.

Selain banjir, hujan deras juga memicu tanah longsor di sejumlah titik yang tersebar di empat kecamatan, yakni Ampelgading, Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur.

Material longsor sempat menutup jalan raya sehingga mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.

"Dampak tanah longsor hanya di jalan raya, lalulintas terganggu, korban jiwa nihil," ucapnya.

Bencana tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Pacitan. Sebuah tebing di Dusun Jeruk, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, longsor setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Senin dini hari.

"Pada pukul 05.00 WIB (2 November 2026), wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Kondisi tersebut mengakibatkan tebing di samping rumah warga mengalami longsor. Material longsoran kemudian menimpa dinding rumah hingga menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan," jelas Satriyo.

Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah warga mengalami rusak ringan.

Kejadian serupa terjadi di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Dinding sawah sepanjang 14 meter dengan tinggi sekitar 4 meter ambrol dan material tanahnya menimpa tembok rumah warga.

"Sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi longsor pada dinding sawah yang mengakibatkan material tanah menimpa dan merusak tembok rumah warga. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa," ujarnya.

Sementara itu, di Kabupaten Jember, luapan Sungai Silo sempat membanjiri jalan raya penghubung antardesa di Dusun Kebun Langsep. Namun, berdasarkan laporan BPBD, kondisi genangan air saat ini telah surut sepenuhnya.

Adapun di Kabupaten Banyuwangi, hujan lebat menyebabkan saluran drainase tersumbat di Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru.

Air menggenangi kawasan tersebut dengan ketinggian 10 hingga 25 sentimeter dan mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan ringan.

Menghadapi sebaran bencana di enam kabupaten, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD kabupaten melakukan sejumlah langkah penanganan darurat.

Upaya tersebut meliputi pemantauan lokasi terdampak, pendataan kerusakan dan kebutuhan warga, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk membuka akses jalan dan memenuhi kebutuhan logistik masyarakat.

"Personel BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD kabupaten melakukan penanganan darurat, pemantauan lokasi terdampak, serta pendataan kerusakan dan kebutuhan warga. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk pembukaan akses jalan serta pemenuhan kebutuhan logistik warga terdampak," katanya.

Satriyo memastikan, meskipun bencana tersebar di sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan infrastruktur, tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.

"Tim gabungan di masing-masing kabupaten saat ini masih disiagakan untuk membersihkan material sisa longsor dan memantau kondisi debit sungai," pungkasnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid