Terjadi Lagi! 481 Siswa dan Guru di Bogor Dapat Perawatan Usai Santap MBG, 22 Orang Dirujuk ke Rumah Sakit

Rabu, 28 Oktober 2026 10:14 WIB
Ratusan siswa diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu MBG di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. (IDNVoice/Dok. Detikcom)
Ratusan siswa diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu MBG di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. (IDNVoice/Dok. Detikcom)

IDNVoice.com – Sebanyak 481 siswa dan guru di SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendatangi fasilitas kesehatan setelah muncul dugaan gangguan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan penyebab kejadian tersebut masih diselidiki dan belum dapat dipastikan berkaitan dengan makanan maupun minuman dari program MBG.

"Jumlah yang datang meminta bantuan pengobatan ada 481 siswa-siswi dan guru, tapi ini belum tentu keracunan makanan dan minuman (MBG)," ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan setelah mengecek kondisi para korban di Puskesmas Cangkurawok, Dramaga pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Dari total tersebut, sebanyak 22 orang dirujuk ke rumah sakit di wilayah Dramaga, di antaranya RS KBP dan Medika Dramaga. Sementara itu, puluhan lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Cangkurawok, sedangkan sebagian pasien telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Rudy mengatakan Pemkab Bogor memprioritaskan penanganan kesehatan seluruh siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah daerah juga memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemkab Bogor.

"Tugas kami memastikan para siswa yang terindikasi makanan minuman mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintah, maka seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung Pemkab Bogor," ucapnya.

Untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor telah mengambil sampel makanan dan minuman MBG untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui apakah kejadian tersebut berkaitan dengan konsumsi MBG atau faktor lain. 

"Pemkab Bogor sudah mengambil sampel makanan dan minuman untuk dibawa ke Labkesda Kabupaten, nanti hasilnya akan disampaikan ke publik," pungkas Rudy. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid