Jelang Pemilihan Ketum PBNU, K.H. Ma`ruf Amin dan Gus Kikin Ziarah ke Makam K.H. Hasyim Asy`ari

Sabtu, 29 Agustus 2026 19:34 WIB
Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin bersama Wakil Presiden Ke-13 RI K.H. Ma`ruf Amin berziarah ke makam pendiri NU Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy`ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada Rabu, 26 Agustus 2026. (IDNVoice/DK-Istimewa)
Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin bersama Wakil Presiden Ke-13 RI K.H. Ma`ruf Amin berziarah ke makam pendiri NU Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy`ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada Rabu, 26 Agustus 2026. (IDNVoice/DK-Istimewa)

IDNVoice.com - Wakil Presiden Ke-13 RI sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Ma`ruf Amin bersama calon Ketua Umum PBNU K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berziarah ke makam pendiri NU Hadratussyekh K.H.Hasyim Asy`ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Ziarah tersebut dilakukan pada Rabu (26 Agustus 2026), sehari menjelang dimulainya Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Jombang pada 27-31 Agustus 2026. Kompleks pemakaman Tebuireng sendiri menjadi salah satu tempat penting bagi warga Nahdliyin karena menjadi peristirahatan sejumlah tokoh NU, termasuk K.H. Hasyim Asy`ari dan Presiden Ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Juru Bicara Tim Qanun Asasi (Qonas) Abi Rekso mengatakan ziarah ke makam K.H. Hasyim Asy`ari merupakan bagian dari tradisi yang memiliki nilai penting bagi warga NU, terlebih menjelang pelaksanaan muktamar.

Menurut dia, suasana Muktamar Ke-35 NU justru menunjukkan semangat kebersamaan warga Nahdliyin setelah sebelumnya diwarnai berbagai dinamika dalam proses penyelenggaraannya.

"Ada istilah di NU, awal gegeran (keributan) diakhiri dengan ger-geran. Jadi, kalau kita lihat di Jombang Nahdliyin tumpah ruah, banyak bazar disambut suka cita seluruh warga Nahdliyin se-Indonesia," katanya dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pertemuan K.H. Ma`ruf Amin dan Gus Kikin Jadi Sorotan

Pertemuan K.H. Ma`ruf Amin dengan Gus Kikin mendapat perhatian karena berlangsung menjelang proses pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-35 NU.

Abi mengatakan pertemuan tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bentuk dukungan politik organisasi terhadap salah satu kandidat. Namun, ia menyebut pemberian restu secara personal merupakan hal yang wajar.

"Tidak semua pertemuan harus dimaknai sebagai dukung-mendukung. Namun, wajar jika Kiai Ma`ruf Amin memberikan restu kepada salah satu calon kuat, yang mana adalah Gus Kikin," ujarnya.

Gus Kikin merupakan salah satu calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-35 NU dan diusung oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Abi juga menyoroti sikap Gus Kikin selama rangkaian muktamar. Menurutnya, Gus Kikin tidak melakukan kampanye pribadi dengan memasang spanduk bergambar dirinya di arena muktamar.

Sebaliknya, Gus Kikin lebih banyak membawa gagasan mengenai Qanun Asasi sebagai salah satu pedoman bagi arah perjalanan NU ke depan.

"Saya lihat kemarin keakraban beliau-beliau (Kiai Ma`ruf dan Gus Kikin) di Makam Mbah Hasyim dan Gus Dur. Semoga itu memberikan keberkahan bagi PBNU masa depan," katanya.

Ziarah dan Harapan untuk NU

Ziarah ke makam pendiri NU tersebut berlangsung dalam suasana persiapan Muktamar Ke-35 NU yang menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi. Selain menentukan kepemimpinan PBNU periode mendatang, muktamar juga menjadi ruang konsolidasi warga Nahdliyin dari berbagai daerah.

Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng memiliki nilai historis kuat dalam perjalanan NU. Selain menjadi tempat dimakamkannya K.H. Hasyim Asy`ari, kompleks tersebut juga menjadi tempat peristirahatan K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Muktamar Ke-35 NU berlangsung di Jombang pada 27-31 Agustus 2026 dengan salah satu agenda utama menentukan kepemimpinan PBNU untuk periode mendatang.

Di tengah persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU, ziarah tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingat akar sejarah dan perjuangan para pendiri NU, sekaligus menjaga suasana kebersamaan di tengah dinamika organisasi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid