Gus Kikin Targetkan Struktur PBNU Rampung Sebulan, Bisa Lebih Cepat

Selasa, 01 September 2026 16:31 WIB
Ketum Umum PBNU terpilih K.H. Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin setelah menandatangani dokumen dalam Sidang Pleno V Muktamaar Ke-35 Nu di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada Senin, 31 Agustus 2026. (IDNVoice/NU Online)
Ketum Umum PBNU terpilih K.H. Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin setelah menandatangani dokumen dalam Sidang Pleno V Muktamaar Ke-35 Nu di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada Senin, 31 Agustus 2026. (IDNVoice/NU Online)

IDNVoice.com - Ketua Umum PBNU terpilih masa khidmah 2026-2031, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menargetkan penyusunan struktur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar Ke-35 NU dapat diselesaikan paling lama satu bulan.

Meski demikian, Gus Kikin membuka peluang proses pembentukan kepengurusan tersebut rampung lebih cepat dari batas waktu yang telah ditetapkan.

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof Ganefri, mengatakan setelah Ketua Umum PBNU ditetapkan, tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan formaturan untuk menyusun struktur kepengurusan PBNU.

Tim formatur mendapat amanah menyelesaikan tugas tersebut dalam waktu paling lama satu bulan.

Tim formatur terdiri atas H. Abdul Qahar Yelipele dari Papua Pegunungan, H. Amar Manaf dari Maluku, Prof. Mansur Ma`shum dari NTB, K.H. Muhammad Wildan Salman dari Kalimantan Selatan, K.H. Abdul Ghaffar Rozin dari Jawa Tengah, Prof. Ganefri dari Sumatra, serta tuan rumah K.H. Abdul Matin Djawahir dari Tuban.

Gus Kikin Buka Peluang Dipercepat

Gus Kikin mengatakan tenggat satu bulan merupakan batas maksimal. Karena itu, penyusunan struktur kepengurusan memungkinkan dilakukan lebih cepat agar roda organisasi segera berjalan.

"Ya enggak tahu, nanti kita lihat aja. Tapi itu kan target maksimal 1 bulan. Itu kan butuh cepat juga, nanti kita lihat aja. Jadi seharusnyabisa dipercepat," ujarnya dikutip dari NU Online pada Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Gus Kikin, pengisian struktur kepengurusan menjadi pekerjaan awal yang tidak bisa ditunda. Struktur organisasi harus segera terbentuk agar berbagai program PBNU dapat mulai dijalankan.

"Programnya tetap aja 1 bulan, itu kita ngisi dulu organisasi. Tanpa itu kita bagaimana mau kerja," ujarnya.

Potensi Calon Ketum Akan Diakomodasi

Gus Kikin juga menegaskan kepengurusan baru PBNU tidak akan menutup diri terhadap potensi yang dimiliki para kandidat lain yang sebelumnya masuk dalam tabulasi pemilihan Ketua Umum PBNU.

Ia mengatakan seluruh potensi tersebut akan diupayakan masuk dalam ruang pengabdian NU dan dioptimalkan untuk kepentingan organisasi.

"Tadi bawa jalan-jalan, itu kita akan coba kita wadahi. Karena itu memang potensi-potensi yang ada itu memang harus kita optimalkan," katanya.

Ia juga membuka ruang sinergi dengan K.H. Ma`ruf Amin maupun berbagai elemen politik lainnya. Menurut Gus Kikin, sikap terbuka merupakan bagian dari karakter dasar NU sejak awal berdiri.

"Betul, betul. Itu memang NU itu didirikan memang sangat inklusif. Jadi kita kembali lagi di sini," tuturnya.

SDM, Ekonomi hingga Tanah NU Jadi Perhatian

Selain konsolidasi struktur organisasi, Gus Kikin menyebut sejumlah sektor yang akan menjadi perhatian dalam kepemimpinannya, mulai dari pembangunan sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi, hingga pengelolaan aset tanah NU.

Ia mengatakan arah tersebut akan merujuk pada nilai-nilai yang terkandung dalam Qanun Asasi.

"Ada di pembangunan SDM, itu ada di buku Qanun Asasi itu. Nah ini, nanti kita pertimbangkan semuanya supaya semuanya itu nanti bisa berjalan bagus, jadi SDM-nya bagus, dan kemudian yang lain-lain, ekonomi juga itu kita optimalkan, bagaimana ekonomi kita, tanah juga di NU ini," katanya.

Gus Kikin kembali menekankan bahwa Qanun Asasi menggambarkan karakter NU sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka.

"Jadi buku di situ itu nampak bahwa NU itu di buku itu sangat-sangat inklusif, terbuka. Nah itu nanti ada persyaratannya, bagaimana masuk ke dalam NU, nah di situ itu kita harus bersatu. Kemudian tidak ada kebersamaan, itu inti dari NU," lanjutnya.

Penyusunan struktur kepengurusan dalam waktu maksimal satu bulan tersebut menjadi langkah awal Gus Kikin bersama jajaran PBNU baru untuk memastikan organisasi segera bergerak. Setelah struktur terbentuk, konsolidasi internal dan pelaksanaan program strategis diharapkan dapat berjalan lebih efektif. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid