IDNVoice.com - Sebanyak 777 siswa dan guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026). Sedikitnya lima siswa harus menjalani rawat inap karena mengalami diare dengan intensitas cukup sering.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan makanan MBG dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB, bertepatan dengan jam istirahat. Menu yang diterima siswa dan guru terdiri atas nasi, ayam bakar, tempe goreng, lalapan, dan potongan semangka.
Menurut Juhartutik, sejumlah siswa sebenarnya telah mengalami diare setelah pulang sekolah pada Rabu. Namun, kondisi tersebut tidak langsung dilaporkan kepada pihak sekolah.
"Setelah mereka masuk sekolah hari ini, baru pada ke belakang (toilet) bolak-balik, massal itu," ucapnya pada Kamis, 3 September 2026.
Banyaknya siswa yang mengalami diare membuat fasilitas toilet sekolah kewalahan. SMAN 1 Lasem memiliki sekitar 30 toilet, tetapi jumlah tersebut tidak mencukupi untuk melayani siswa yang berulang kali harus ke toilet.
"Jadi pada pakai toilet guru dan toilet (di ruangan) saya juga tadi," kata Juhartutik.
Ia menyebut warga sekolah yang terdampak dugaan keracunan MBG mencapai lebih dari 750 orang. Gejala yang paling banyak dialami adalah diare.
"Tadi saya baru saja dari puskesmas, ada enam yang dirawat. Saya tanya ada yang masih pusing, demam, dan perutnya mulas. Diare juga masih ada," ujarnya.
Juhartutik menduga lauk ayam bakar menjadi salah satu penyebab gangguan kesehatan tersebut. Dugaan itu muncul setelah pihak sekolah menemukan kondisi ayam yang dinilai tidak normal.
"Jadi ayamnya itu saat dipegang seperti sudah berlendir," ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan, sekolah telah membagikan formulir kepada orang tua siswa. Pihak sekolah menyerahkan keputusan kepada orang tua apakah anak mereka bersedia melanjutkan mengikuti program MBG atau tidak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii, membenarkan jumlah warga SMAN 1 Lasem yang diduga mengalami gangguan kesehatan mencapai 777 orang.
"777 itu terdiri dari 752 siswa dan 25 guru atau bagian tata usaha," ujarnya.
Menurut Ali, sebagian besar korban mengalami gejala ringan berupa diare. Karena kapasitas toilet sekolah tidak memadai, pihak SMAN 1 Lasem akhirnya memutuskan memulangkan seluruh murid.
"Dapat kami sampaikan bahwa di Puskesmas Lasem hari ini menerima 21 siswa dari kasus ini. Dari 21 siswa tersebut, lima dirawat inap. Kemudian yang 16 cukup rawat jalan," kata Ali.
Lima siswa menjalani rawat inap karena intensitas diare yang cukup sering sehingga berpotensi mengalami dehidrasi.
Selain itu, dua siswa lainnya menjalani rawat jalan di Puskesmas Pancur, sedangkan seorang siswa mendapat perawatan di praktik dokter pribadi.
Untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut, Dinkes Rembang telah mengambil sampel menu MBG yang dibagikan pada Rabu. Sampel akan diperiksa di laboratorium.
Sementara itu, Dinkes Rembang menduga nasi dan ayam bakar berpotensi menjadi penyebab gangguan kesehatan.
MBG untuk SMAN 1 Lasem dipasok oleh SPPG Soditan. Petugas kesehatan juga mengambil sejumlah sampel dari SPPG tersebut, termasuk air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
"Saat ini SPPG di-suspend untuk sementara. Keputusan dan kewenangan selanjutnya ada di BGN," ujar Ali. [DR]