Anwar Ibrahim Luncurkan Avatar AI PMX, Warga Malaysia Kini Bisa Bertanya Langsung via WhatsApp

Senin, 20 Juli 2026 08:51 WIB
Tangkapan layar: Avatar PMX AI yang diperkenalkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melalui video di akun media sosialnya. (IDNVoice/Facebook-Anwar Ibrahim)
Tangkapan layar: Avatar PMX AI yang diperkenalkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melalui video di akun media sosialnya. (IDNVoice/Facebook-Anwar Ibrahim)

IDNVoice.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memperkenalkan avatar berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan dirinya melalui aplikasi WhatsApp.

Layanan yang diberi nama PMX AI tersebut menjadi inovasi terbaru pemerintah Malaysia dalam memperluas akses komunikasi publik. Melalui nomor WhatsApp +60378850523, masyarakat dapat mengajukan berbagai pertanyaan kepada avatar AI Anwar Ibrahim dan memperoleh jawaban secara otomatis sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

Dalam pernyataannya, Anwar berharap kehadiran teknologi tersebut dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.

"Saya sangat berharap Anda dapat menyampaikan pandangan, kekhawatiran, dan aspirasi secara langsung melalui avatar ini. Saya meyakini bahwa negara hanya akan menjadi lebih baik apabila pembangunan dan kebijakannya berpijak pada suara serta kehendak Rakyat," ujar Anwar, dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.

Nama PMX AI diambil dari julukan PMX yang melekat pada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia, sedangkan AI merupakan singkatan dari artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

Avatar digital tersebut dikembangkan oleh perusahaan Zetrix AI. Sistem AI itu dilatih menggunakan kumpulan pidato, tulisan, serta berbagai kebijakan pemerintahan Anwar Ibrahim. Basis pengetahuannya juga akan terus diperbarui mengikuti pidato-pidato dan kebijakan terbaru yang disampaikan sang perdana menteri.

PMX AI dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai pemerintahan Malaysia secara lebih mudah. Selain itu, layanan ini juga menyediakan panduan terkait pendidikan, karier, hingga dunia pekerjaan.

Meski demikian, berdasarkan penelusuran, layanan berbasis WhatsApp tersebut sempat tidak dapat diakses sementara pada Ahad malam, diduga akibat tingginya minat masyarakat atau kendala teknis. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid