Logo Muktamar Ke-35 NU Resmi Ditetapkan, Karya Alumnus Ponpes Langitan Sarat Makna Khidmah

Senin, 20 Juli 2026 07:16 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan logo Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sebagai identitas resmi forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut yang merupakan karya dari M. Shofa Ulum Azmi, seorang alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. (IDNVoice/HO-Antara)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan logo Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sebagai identitas resmi forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut yang merupakan karya dari M. Shofa Ulum Azmi, seorang alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. (IDNVoice/HO-Antara)

IDNVoice.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan logo Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sebagai identitas resmi forum permusyawaratan tertinggi organisasi. Logo tersebut merupakan karya M Shofa Ulum Azmi, alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur.

Penetapan logo itu menjadi catatan tersendiri karena memperpanjang jejak kontribusi Pondok Pesantren Langitan, yang berdiri sejak 1852, dalam melahirkan ulama dan kader yang terus berkhidmah bagi jam`iyah Nahdlatul Ulama sejak sebelum organisasi berdiri hingga memasuki abad kedua.

Desainer logo Muktamar Ke-35 NU, M Shofa Ulum Azmi, mengungkapkan bahwa konsep visual tersebut lahir dari sebuah sketsa sederhana yang kemudian berkembang menjadi simbol harmoni kepemimpinan di tubuh NU.

"Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah yang berjalan selaras dalam mengemban khidmah Nahdlatul Ulama," ujarnya dalam keterangannya pada Minggu, 19 Juli 2026.

Shofa menjelaskan, desain yang menggambarkan hubungan saling menguatkan layaknya seorang bapak dan anak itu berhasil diselesaikan hanya dalam semalam. Setelah itu, logo melalui beberapa tahapan penyempurnaan (finishing) hingga akhirnya ditetapkan sebagai identitas resmi Muktamar Ke-35 NU.

Terpilihnya karya alumnus Langitan tersebut sekaligus mengingatkan kembali pada hubungan historis yang kuat antara Pondok Pesantren Langitan dan Nahdlatul Ulama. Dua tokoh utama pendiri NU, Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy`ari dan K.H.Abdul Wahab Chasbullah, diketahui merupakan murid dari pengasuh periode kedua Pondok Pesantren Langitan, K.H. Ahmad Sholeh.

Tradisi pengabdian kepada NU itu kemudian diteruskan secara turun-temurun oleh para pengasuh berikutnya, mulai dari K.H. Muhammad Khozin pada masa awal berdirinya NU, K.H. Abdul Hadi Zahid, hingga K.H. Abdullah Faqih yang pernah mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU.

Kini, estafet khidmah tersebut dilanjutkan oleh K.H. Ma`shum Faqih yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Kehadirannya juga mencatat sejarah sebagai kiai pertama dari Pondok Pesantren Langitan yang duduk di jajaran Tanfidziyah PBNU.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU K.H. Ma`shum Faqih menilai terpilihnya logo karya alumnus Langitan menjadi bukti bahwa pesantren yang berada di Kecamatan Widang, Tuban, itu terus melahirkan kontribusi nyata bagi jam`iyah dalam berbagai bidang, termasuk melalui karya kreatif para alumninya.

Menurut sosok yang akrab disapa Gus Ma`shum itu, pengabdian kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan struktural, tetapi juga dapat diwujudkan lewat karya, gagasan, inovasi, dan kreativitas yang memberi manfaat bagi organisasi.

"Khidmah kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan. Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian. Semoga semangat itu terus hidup dan menginspirasi generasi muda nahdliyin," katanya.

Penetapan logo Muktamar Ke-35 NU tidak hanya menjadi penanda dimulainya rangkaian agenda menuju muktamar, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan tradisi intelektual dan pengabdian yang telah diwariskan Pondok Pesantren Langitan kepada Nahdlatul Ulama selama lebih dari satu abad. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid