IDNVoice.com - Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad) memberikan pendampingan kesehatan secara khusus kepada 12 peserta Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang memiliki riwayat penyakit serta dua peserta yang sedang hamil. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti pendidikan dengan aman sesuai kondisi kesehatannya masing-masing.
Komandan Satuan Pendidikan Pusdikkes Letkol Ckm Said Jauhari mengatakan seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Hasil pemeriksaan itu menjadi dasar bagi tim kesehatan untuk memberikan pendampingan kepada peserta yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan.
"Kami melakukan pemeriksaan kesehatan seluruh peserta sebelum pelatihan. Setelah diketahui kondisi kesehatan dan riwayat penyakitnya, kami memberikan pendampingan khusus kepada peserta yang dianggap rentan sakit," kata Said pada Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Said, pendampingan kesehatan akan dilakukan selama masa pendidikan yang berlangsung sekitar satu setengah bulan. Saat ini Pusdikkes mendidik 229 peserta SPPI yang seluruhnya perempuan. Dari jumlah tersebut, 48 peserta telah menikah, sedangkan sisanya masih lajang. Hingga kini, tercatat 12 peserta memiliki riwayat penyakit dan dua peserta sedang hamil.
Ia menjelaskan, peserta dengan kondisi kesehatan khusus tidak diikutsertakan dalam kegiatan luar ruangan seperti baris-berbaris dan olahraga. Mereka juga mendapatkan pemantauan kesehatan secara intensif selama mengikuti pendidikan. Selain itu, Pusdikkes telah menyiapkan fasilitas rumah sakit untuk memberikan pelayanan medis apabila peserta mengalami gangguan kesehatan selama masa pelatihan.
Said menambahkan, pendidikan SPPI di Pusdikkes difokuskan pada pembinaan disiplin, karakter, dan bela negara sebagai bekal bagi peserta yang akan bertugas sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Kegiatan di lapangan yang dilakukan saat ini lebih diarahkan untuk membina kedisiplinan dan kekompakan peserta," ujarnya.
Ia berharap penguatan pengawasan kesehatan dan pendampingan medis tersebut dapat memastikan seluruh rangkaian pendidikan berjalan aman dan lancar hingga selesai. [DR]