Tekankan Kepercayaan Rakyat hingga Penguasaan AI, Prabowo Sampaikan Enam Pesan untuk Polri di HUT Ke-80 Bhayangkara

Rabu, 01 Juli 2026 17:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu, 1 Juli 2026 (IDNVoice/BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu, 1 Juli 2026 (IDNVoice/BPMI Setpres)

IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1 Juli 2026). Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa kepercayaan rakyat merupakan modal utama yang harus dijaga oleh setiap anggota Polri.

Pesan pertama yang disampaikan Kepala Negara adalah pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Menurut Prabowo, kepercayaan publik merupakan kekuatan terbesar yang dimiliki seorang anggota Polri.

"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi. Kedua, jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," ujar Presiden.

Selain mengingatkan pentingnya kedekatan dengan masyarakat, Prabowo juga menekankan agar seluruh personel Polri menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu. Ia meminta aparat kepolisian berani membela kebenaran dan melindungi masyarakat yang lemah.

"Ketiga, tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa," tegas Presiden.

Menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tubuh Polri. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

"Keempat, terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan. Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal," ucap Presiden.

Presiden juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas Polri semata. Karena itu, ia meminta sinergi dengan seluruh elemen bangsa terus diperkuat.

"Kelima, perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia," tutur Presiden.

Pada pesan terakhir, Prabowo mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk terus melakukan pembenahan diri serta membangun institusi yang rendah hati dan terbuka terhadap perubahan. Menurutnya, sikap tersebut menjadi kunci agar Polri tetap dipercaya masyarakat.

"Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," pungkas Presiden.

Enam pesan tersebut menjadi penegasan arah pembinaan Polri ke depan, yakni membangun institusi yang semakin profesional, modern, berintegritas, serta senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat. Melalui penguatan kepercayaan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, peningkatan profesionalisme, sinergi nasional, dan komitmen untuk terus berbenah, Presiden berharap Polri semakin kokoh sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus pengawal utama stabilitas nasional. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid