Bertambah Lagi, Peserta SPPI Calon Manajer KDKMP Meninggal Saat Latsarmil Jadi Lima Orang

Sabtu, 27 Juni 2026 19:58 WIB
Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026. (IDNVoice/Instagram-kemhanri)
Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026. (IDNVoice/Instagram-kemhanri)

IDNVoice.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan sebanyak lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan bela negara dan manajerial pada 2026.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga peserta yang meninggal dunia.

"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKMP-KNMP Tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial," ujar Ketut dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026.

"Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum-almarhumah," tambahnya.

Ketut menjelaskan, peserta kelima yang meninggal dunia adalah Nola Diasari dari Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan. Menurut dia, Nola sempat mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas pada Jumat (26 Juni 2026) sekitar pukul 18.45 WIB tanpa mengeluhkan gangguan kesehatan.

Namun, beberapa saat kemudian Nola mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan satuan pendidikan segera memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Singkawang pada pukul 19.20 WIB.

"Tim Kesehatan Satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang pada pukul 19.20 WIB. Almarhumah tiba di IGD dan langsung mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis," jelas Ketut.

Setelah menjalani stabilisasi, Nola kembali dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang sekitar pukul 20.20 WIB untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Di rumah sakit tersebut, tim medis melakukan penanganan lanjutan ketika kondisi pasien memburuk.

Dalam proses penanganan, Nola mengalami henti jantung sehingga dokter melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia," kata Ketut.

Ia menegaskan seluruh peserta SPPI, termasuk Nola, telah menjalani tahapan seleksi kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil evaluasi medis, Nola hanya memiliki catatan kelebihan berat badan.

Ketut menjelaskan pemeriksaan kesehatan yang dijalani peserta meliputi pemeriksaan laboratorium darah dan urine, tes kehamilan, rontgen toraks, elektrokardiogram (EKG), USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa.

Menurutnya, seluruh peserta yang meninggal dunia, termasuk Nola, telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur sejak mengalami gangguan kesehatan selama pelatihan, baik di satuan pendidikan maupun setelah dirujuk ke rumah sakit.

Ketut menambahkan, masing-masing peserta memiliki karakteristik dan kondisi medis yang berbeda sehingga penanganan dilakukan sesuai kondisi yang dialami setiap peserta. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid