IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan membentuk Universitas Republik Indonesia (URI). Kampus yang dibentuk pada Juli 2026 itu dirancang menjadi wadah untuk menghimpun lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sekaligus menyiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk mengisi posisi di kementerian/lembaga dan aparatur negara.
Prabowo mengatakan URI akan melakukan penjaringan terhadap lulusan terbaik dari berbagai universitas. Salah satu pertimbangannya adalah hasil tes kecerdasan atau IQ.
"Kita testing yang terbaik dari setiap lulusan semua universitas. Tiap tahun, IQ yang tertinggi itu yang kita kumpulkan dan ini yang akan kita siapkan di situ (URI, red.). Jadi, ini salah satu upaya kita," kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan salah satu peserta wawancara khusus dengan Presiden Prabowo di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dikutip dari siaran Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta pada Kamis, 17 September 2026.
Wawancara tersebut berlangsung pada pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan bahwa pembentukan URI tidak semata-mata ditujukan untuk membangun institusi pendidikan baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas aparatur pemerintahan.
Menurut Prabowo, pembenahan tersebut mencakup proses rekrutmen, evaluasi, pembinaan hingga persiapan para aparatur negara.
"Langkah apa untuk memperbaiki, rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan. Itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain, saya bentuk Universitas Republik Indonesia," kata Presiden Prabowo.
Prabowo menjelaskan URI nantinya tidak berdiri sendiri. Universitas tersebut akan membawahi sejumlah lembaga yang berkaitan dengan pengembangan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan.
Salah satunya adalah Lembaga Administrasi Negara (LAN). Prabowo menyebut LAN akan diperbarui dan ditempatkan dalam ekosistem URI.
"URI ini nanti akan punya lembaga-lembaga, antara lain LAN. Lembaga Administrasi Negara ini mau kita revamp di bawah URI," kata Prabowo.
Selain menjadi wadah bagi lulusan terbaik, URI juga diproyeksikan menjadi tempat pendidikan khusus bagi calon pemimpin pemerintahan. Prabowo bahkan mempertimbangkan pembentukan akademi khusus untuk sejumlah jabatan strategis.
"Akademi Gubernur. Akademi Bupati, dan sebagainya, mungkin di bawah URI juga, dan juga mungkin Akademi Dirjen. Sebelum dia masuk jabatan harus di-gembleng," ujar Presiden.
Prabowo menilai pendidikan khusus bagi calon pejabat diperlukan untuk memastikan pemerintahan berjalan lebih sinkron, baik antar-kementerian dan lembaga maupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Ia menekankan pejabat yang menduduki posisi strategis harus memiliki kemampuan, kesiapan, sekaligus integritas dalam menjalankan tugas.
"Kita harus berani, dalam arti, jangan ada birokrat yang untouchable (tidak tersentuh, red.). Kemarin-kemarin ada. Entah dia sinkron sama menteri, penguasa, dan sebagainya. Ada dirjen yang tidak bisa disentuh," kata Presiden Prabowo.
Universitas Republik Indonesia dibentuk Prabowo pada Juli 2026. Dalam struktur kepemimpinannya, Prabowo menunjuk Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Donny saat ini juga menjabat Wakil Menteri Pertahanan.
Donny dalam menjalankan tugasnya dibantu Profesor Yos Sunitiyoso yang dipercaya sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. [DR]