Kemenpar Genjot Bisnis Wisata Lokal, 25 Pelaku Usaha Ikuti Demo Day WISH 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 19:57 WIB
Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizky Handayani saat menyampaikan sambutannya pada Demo Day WISH 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026. (IDNVoice/Kemenpar)
Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizky Handayani saat menyampaikan sambutannya pada Demo Day WISH 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026. (IDNVoice/Kemenpar)

IDNVoice.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pelaku usaha pariwisata nasional meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, menarik investasi, dan membangun kemitraan strategis melalui program Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH) 2026.

Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis agar lebih kompetitif, mulai dari peningkatan kualitas produk dan layanan hingga membuka peluang kerja sama dengan investor dan mitra industri.

"Melalui pelatihan, pendampingan, mentoring, dan business matching, program ini diharapkan dapat menjembatani potensi usaha dengan peluang pengembangan bisnis yang lebih konkret," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa dalam keterangan resminya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Rizki menjelaskan, WISH 2026 menghadirkan pelatihan, pendampingan bisnis, dan kesempatan membangun jejaring usaha untuk memperkuat industri pariwisata nasional. Akselerasi bisnis menjadi fokus utama program ini, terutama dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, kualitas produk dan layanan, serta akses terhadap pasar, permodalan, dan kemitraan strategis.

Tahun ini, WISH 2026 memprioritaskan tiga bidang usaha pariwisata, yakni gastronomi, kebugaran, dan wisata berbasis warisan budaya. Ketiganya dinilai memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman wisata autentik sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dari kekayaan kuliner, tradisi, budaya, dan potensi lokal Indonesia.

Setelah melewati seleksi administrasi, peningkatan kapasitas tahap I dan II, kurasi, serta pendampingan mentor, sebanyak 25 pelaku usaha terpilih mengikuti Demo Day WISH 2026.

Kegiatan puncak tersebut menjadi ajang bagi peserta untuk mempresentasikan perkembangan bisnis, inovasi, keunggulan produk, serta kesiapan usaha mereka di hadapan calon investor, mitra usaha, dan pemangku kepentingan industri pariwisata.

Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kementerian Pariwisata Hanifah Makarim menjelaskan, rangkaian WISH 2026 telah berlangsung sejak pertengahan tahun dan berhasil menarik 564 pendaftar dari kalangan pelaku usaha.

Dari ratusan pendaftar tersebut, Kementerian Pariwisata melakukan seleksi dan kurasi secara bertahap hingga menetapkan 25 peserta dari 19 provinsi untuk mengikuti Demo Day WISH 2026.

Para peserta berasal dari beragam bidang usaha yang menawarkan pengalaman wisata berbasis alam, budaya, sejarah, gastronomi, kebugaran, hingga perjalanan tematik dengan karakteristik khas daerah masing-masing.

Melalui pertemuan langsung dengan pelaku industri, peserta tidak hanya memperoleh kesempatan memperkenalkan produk dan layanan, tetapi juga memahami kebutuhan pasar, menjajaki peluang distribusi, serta membangun kerja sama untuk memperluas jangkauan bisnis.

Rizki menilai perubahan preferensi wisatawan yang semakin mengutamakan pengalaman personal dan bermakna menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk wisata dengan karakter dan identitas yang kuat.

Menurutnya, kekayaan budaya dan keunikan setiap daerah merupakan modal penting bagi Indonesia untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Karena itu, pengembangan usaha pariwisata perlu diikuti dengan penguatan kapasitas bisnis agar potensi lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Rizki berharap WISH 2026 tidak hanya menjadi ruang peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga menghasilkan peluang bisnis yang dapat ditindaklanjuti melalui investasi, akses permodalan, perluasan pasar, dan kemitraan jangka panjang.

Salah satu peserta, Co-Founder Neira Explorer Journey Ismy Wahyu, mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti program tersebut.

Ismy mengatakan, keberhasilan usaha pariwisata tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan pengelolaan keuangan, tetapi juga kemampuan kepemimpinan dalam membangun kepercayaan mitra dan investor.

Selain mendapatkan pendampingan bisnis, keikutsertaannya dalam WISH 2026 juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring dengan pelaku usaha dari berbagai daerah yang memiliki pengalaman, karakter produk, dan potensi kolaborasi berbeda.

Melalui WISH 2026, Kementerian Pariwisata berharap semakin banyak pelaku usaha lokal mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, memperluas akses terhadap investasi, serta menjadikan kekayaan alam dan budaya Indonesia sebagai kekuatan utama dalam meningkatkan daya saing pariwisata nasional. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid