IDNVoice.com – Bunga langka dan dilindungi Rafflesia Tuan-mudae kembali mekar sempurna di kawasan Cagar Alam Maninjau, tepatnya di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bunga berdiameter sekitar 87 sentimeter ini menjadi perhatian karena keberadaannya yang langka dan hanya ditemukan di lokasi tersebut di Indonesia.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ade Putra, mengatakan bunga tersebut memasuki hari kedua mekar sempurna pada Minggu.
"Bunga dalam kondisi mekar pada hari kedua, beberapa hari ke depan sudah layu dan membusuk," katanya di Lubuk Basung pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Bunga langka tersebut ditemukan oleh tim BKSDA Sumbar bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin dan mahasiswa Kehutanan Universitas Riau (Unri) saat melakukan pemantauan tumbuhan dan satwa liar di kawasan Cagar Alam Maninjau.
Selain bunga yang sedang mekar, tim juga menemukan satu individu Rafflesia Tuan-mudae yang telah mekar beberapa minggu sebelumnya dan kini membusuk.
Tak hanya itu, terdapat tiga knop atau kuncup bunga dengan ukuran berbeda di lokasi tersebut.
"Berkemungkinan knop bunga bakal mekar dalam beberapa minggu ke depan," kata Ade.
Cagar Alam Maninjau di Marambuang menjadi lokasi penting bagi keberadaan Rafflesia Tuan-mudae. Spesies ini telah ditemukan di kawasan tersebut sejak 2017.
Pada 2020, bunga ini pernah mekar sempurna dengan diameter mencapai sekitar 111 sentimeter, yang saat itu disebut sebagai diameter terbesar di dunia untuk bunga rafflesia.
Keberadaan tiga kuncup yang ditemukan dalam pemantauan terbaru membuka peluang munculnya bunga baru dalam beberapa minggu mendatang, meskipun waktu mekarnya belum dapat dipastikan.
Ade Putra menegaskan, Rafflesia Tuan-mudae termasuk tumbuhan langka yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Meski sekilas mirip dengan Rafflesia Arnoldii, Rafflesia Tuan-mudae memiliki sejumlah perbedaan fisik yang dapat dikenali dari warna dan pola bercak pada kelopaknya.
Menurut Ade, kelopak Rafflesia Arnoldii cenderung berwarna oranye, sedangkan Rafflesia Tuan-mudae memiliki warna merah marun.
Perbedaan juga terlihat pada bercak putih di kelopak. Rafflesia Arnoldii memiliki bercak dengan ukuran besar dan kecil, sedangkan Rafflesia Tuan-mudae cenderung memiliki bercak tunggal.
Bercak pada Rafflesia Arnoldii juga relatif lebih besar dengan jarak ant bercak yang lebih renggang dibandingkan Rafflesia Tuan-mudae.
Secara global, terdapat 31 jenis tumbuhan rafflesia, dengan 15 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Sebanyak 11 jenis berada di Pulau Sumatera.
Sementara itu, Rafflesia Tuan-mudae pertama kali ditemukan di Sarawak, Malaysia. Keberadaan spesies ini di Cagar Alam Maninjau menjadi salah satu kekayaan keanekaragaman hayati Sumatera Barat yang perlu dijaga melalui pemantauan dan perlindungan habitatnya. [DR]