IDNVoice.com – Kota Singkawang, Kalimantan Barat, terus mengembangkan wisata heritage berbasis sejarah dan budaya sebagai daya tarik pariwisata sekaligus penggerak ekonomi lokal. Kekayaan bangunan bersejarah, tradisi, serta keberagaman masyarakat menjadi modal utama kota ini untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Potensi tersebut diperkenalkan Pemerintah Kota Singkawang kepada para wali kota dan delegasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) melalui kegiatan Heritage City Tour, Sabtu.
Dalam kegiatan itu, para delegasi diajak menyusuri sejumlah lokasi bersejarah dan ikonik yang mencerminkan perjalanan sejarah serta kehidupan masyarakat Singkawang yang beragam.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, wisata sejarah dan budaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik yang mampu memperluas kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Melalui Heritage City Tour ini, Pemerintah Kota Singkawang berupaya memperkenalkan potensi pariwisata berbasis sejarah dan budaya yang sedang dikembangkan," katanya dikutip Minggu, 18 Oktober 2026.
Dalam Heritage City Tour tersebut, para delegasi mengunjungi kawasan Pecinan, Masjid Raya, klenteng tertua, hingga kawasan kampung toleransi.
Setiap lokasi menghadirkan gambaran tersendiri mengenai kekayaan sejarah dan kehidupan sosial masyarakat Singkawang. Perpaduan berbagai latar belakang etnis, agama, dan budaya menjadi salah satu karakter yang melekat pada kota tersebut.
Keberagaman ini tidak hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Menurut Tjhai Chui Mie, warisan sejarah dan budaya harus dijaga sekaligus dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pengembangan wisata heritage di Singkawang tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Pemerintah kota juga berharap aktivitas pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Peluang tersebut dapat tumbuh melalui perdagangan, kuliner, kerajinan, serta penyediaan berbagai produk lokal yang dibutuhkan wisatawan.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata di kawasan bersejarah.
Dengan demikian, pelestarian bangunan dan budaya tidak hanya menjadi upaya menjaga identitas kota, tetapi juga dapat menciptakan peluang usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Selain memperkenalkan destinasi, kegiatan bersama delegasi APEKSI itu juga menjadi sarana untuk menunjukkan bagaimana masyarakat Singkawang hidup berdampingan di tengah perbedaan etnis, agama, dan budaya.
Tjhai Chui Mie berharap pengalaman para delegasi selama mengikuti Heritage City Tour dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah kota lain dalam mengembangkan potensi daerah masing-masing.
Menurutnya, pelestarian budaya dan penguatan sektor pariwisata dapat berjalan beriringan apabila pengembangan destinasi dilakukan dengan tetap memperhatikan karakter serta identitas daerah.
"Pemkot Singkawang berharap pengembangan wisata heritage dapat berjalan beriringan dengan pelestarian bangunan bersejarah dan nilai budaya agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tetap menjaga identitas kota," ujarnya.
Melalui pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya, Singkawang berupaya menjadikan warisan masa lalu sebagai kekuatan untuk membangun masa depan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata, membuka peluang ekonomi bagi UMKM, sekaligus menjaga keberagaman yang menjadi ciri khas kota. [DR]