WIG 2026 Resmi Dibuka di Solo, Kemenpar Dorong Gastronomi Indonesia Mendunia

Minggu, 27 September 2026 16:04 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat membuka Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo pada Sabtu, 26 September 2026. (IDNVoice/Kementerian Pariwisata)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat membuka Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo pada Sabtu, 26 September 2026. (IDNVoice/Kementerian Pariwisata)

IDNVoice.com – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana resmi membuka Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (26 September 2026). Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat gastronomi Indonesia sebagai daya tarik pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner lokal ke tingkat internasional.

WIG 2026 merupakan tahun kedua penyelenggaraan dengan mengusung tema From Local Roots to Global Recognition. Solo dan Yogyakarta dipilih sebagai pusat rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 26 September hingga 4 Oktober 2026.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan gastronomi Indonesia memiliki kekuatan yang berakar dari tradisi, masyarakat, serta identitas lokal.

“Wonderful Indonesia Gastronomy adalah pesan yang ingin terus kami bawa kepada dunia: bahwa kekayaan gastronomi Indonesia berangkat dari tradisi, masyarakat, dan identitas lokal, kemudian tumbuh untuk memperoleh pengakuan di tingkat internasional,” kata Widiyanti dalam keterangan persnya pada Minggu, 27 September 2026.

Menurut Widiyanti, pemilihan Solo dan Yogyakarta tidak terlepas dari kekuatan kedua daerah tersebut sebagai pusat kebudayaan Jawa. Kekayaan itu tercermin melalui tradisi keraton, pasar, warung, kerajinan, hingga perkembangan kuliner kontemporer.

Ia menegaskan gastronomi tidak hanya berkaitan dengan cita rasa makanan. Di dalamnya terdapat cerita, sejarah, manusia, tradisi, dan tempat yang turut membentuk pengalaman wisata.

Hadirkan Festival hingga Kolaborasi Koki

Sejumlah kegiatan digelar dalam WIG 2026, mulai dari WIG Talks and Forum, Artisan Market, Culinary Festival, Indonesia Restaurant Months, hingga kolaborasi antarkoki.

Kementerian Pariwisata juga mengundang 18 perwakilan media dan tastemakers. Sebanyak 13 di antaranya merupakan peserta internasional dari sejumlah media dan lembaga gastronomi, termasuk Forbes Travel Guide, La Liste, The World’s 50 Best, dan CNN International.

Penyelenggaraan WIG 2026 berlangsung ketika gastronomi Indonesia semakin mendapatkan pengakuan internasional. Indonesia memperoleh New Destination Champion Award 2026 dari La Liste.

Sementara itu, dua restoran Indonesia, August dan Locavore NXT, mencatat peningkatan posisi dalam daftar Asia’s 50 Best Restaurants 2026.

Pengakuan Internasional Diharapkan Beri Dampak ke Daerah

Widiyanti mengatakan berbagai pengakuan internasional terhadap gastronomi Indonesia diharapkan tidak berhenti pada pencapaian reputasi, tetapi dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, pengakuan tersebut dapat mendorong terbukanya pasar baru, kemitraan, investasi, serta peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah asal gastronomi Indonesia.

“Kami ingin menjadikan gastronomi sebagai alasan untuk melakukan perjalanan, mengubah pengakuan menjadi peluang, dan memastikan ketika gastronomi Indonesia menjangkau dunia, manfaatnya kembali kepada masyarakat dan tempat di mana semuanya bermula,” ujar Widiyanti.

Melalui WIG 2026, pemerintah mendorong kekayaan kuliner daerah tidak hanya dikenal sebagai produk makanan, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman budaya dan perjalanan wisata Indonesia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid