IDNVoice.com - Ada satu hal yang membuat Indro Warkop terkejut sekaligus haru. Di tengah perubahan zaman dan hadirnya generasi baru, lagu-lagu yang dulu populer bersama Warkop DKI ternyata masih dihafal dan dinyanyikan oleh anak-anak muda dari generasi Z.
Pengalaman tersebut dirasakan Indro ketika tampil dalam Synchronize Festival edisi sebelumnya. Saat itu, meski tampil di panggung yang lebih kecil, ia melihat langsung antusiasme penonton muda menyanyikan karya-karya Warkop.
Hal tersebut diungkapkan Indro saat berbicara mengenai hubungan erat Warkop dengan dunia musik dalam konferensi pers Synchronize Festival 2026 di Jakarta, Rabu.
"Terus terang kemarin di Synchronize tahun lalu kita main, walaupun di tempat yang lebih kecil, tapi saya kaget anak-anak sekarang, Gen Z, masih hafal lagu itu," kata Indro pada Rabu, 30 September 2026.
Momen tersebut membuat Indro terharu sekaligus teringat dua rekannya, Dono dan Kasino, yang telah berpulang.
"Saya bilang di situ, orang masih nyanyiin lagu kita. Dan menurut saya itu membanggakan sekali untuk kami," ujarnya.
Indro menjelaskan, musik sebenarnya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Warkop sejak kelompok tersebut merintis karier melalui radio dan panggung komedi kampus.
Pada masa awal, Warkop bahkan memiliki cita-cita menjadi kelompok komedi musikal (musical comedian).
Ambisi tersebut kemudian diwujudkan melalui kolaborasi dengan sejumlah tokoh dan musisi besar Indonesia, di antaranya Abadi Soesman, Ian Antono, hingga violis Idris Sardi.
Warkop juga memiliki peran dalam lahirnya grup musik humor legendaris Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR).
Indro mengisahkan, cikal bakal PMR bermula dari anak-anak pengamen yang kerap mengiringi orang-orang yang sedang menenggak minuman keras.
"Mas Kasino bilang, `Ini bukan minuman, ini racun!` Jadi mereka mengiringi orang minum racun, makanya dinamakan Pengantar Minum Racun," kenang Indro.
Menurut Indro, kelompok tersebut pada awalnya dibentuk untuk mengisi program siaran radio Warkop.
Pengaruh Warkop terhadap perkembangan orkes dangdut humor juga berlanjut ketika mendiang Kasino menjadi ketua seksi acara Dies Natalis Universitas Indonesia.
Kala itu, Kasino berinisiatif menggelar festival dangdut antarfakultas. Dari kegiatan tersebut kemudian lahir grup Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP).
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa musik bukan sekadar pelengkap dalam kiprah Warkop, melainkan telah menjadi bagian dari identitas kelompok komedi tersebut sejak awal.
Kini, generasi Z lebih banyak mengenal Warkop melalui layar kaca dan film-film komedi yang masih diputar hingga sekarang.
Namun, menurut Indro, justru film menjadi salah satu jembatan yang membuat generasi muda mengenal lagu-lagu Warkop.
"Gen Z mungkin tahunya Warkop hanya ada di film, padahal sebetulnya Warkop dimulai dari radio dan panggung. Namun dari film itu jugalah mereka akhirnya kenal musik-musiknya Warkop," tuturnya.
Warkop genap berusia 53 tahun pada 23 September 2026. Semangat untuk memperkenalkan kembali warisan musik dan komedi Warkop lintas generasi juga akan dibawa Indro dalam Synchronize Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang di Jakarta.
Indro akan tampil dalam set pertunjukan khusus bertajuk "Tribute to Warkop DKI" bersama sejumlah musisi lintas generasi. [DR]