Bank Jago Gelontorkan Rp5 Miliar untuk AI, Sasar Kredit hingga Deteksi Fraud

Kamis, 10 September 2026 17:07 WIB
Ilustrasi: Logo Bank Jago. (IDNVoice/Istimewa)
Ilustrasi: Logo Bank Jago. (IDNVoice/Istimewa)

IDNVoice.com - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengalokasikan anggaran sekitar 350 ribu dolar AS atau setara Rp5 miliar untuk mengembangkan dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai lini bisnis perseroan.

Direktur Bank Jago, Supranoto Prajogo, mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat sejumlah proses bisnis perbankan.

"Kalau terkait dengan AI itu sendiri, kami mem-budget-kan sekitar 350 ribu dolar AS atau sekitar Rp5 miliar," ungkap Supranoto dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta pada Kamis, 10 September 2026.

Menurut Supranoto, pemanfaatan AI saat ini telah diterapkan Bank Jago di sejumlah lini, mulai dari proses pemberian kredit, sistem deteksi penipuan (fraud detection), hingga layanan nasabah.

AI Bantu Seleksi Portofolio Kredit

Dalam proses pemberian kredit, AI digunakan untuk membantu perseroan melakukan penilaian terhadap portofolio kredit ritel Bank Jago.

Supranoto menjelaskan, karakteristik portofolio kredit ritel membuat proses penyaringan atau filtering perlu dilakukan berdasarkan level portofolio. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu proses assessment tersebut agar lebih efektif.

"Penerapan AI ini telah kami lakukan. Ini terkait dengan pemberian kredit, tentunya ini untuk melakukan assessment," kata Supranoto.

Deteksi Fraud Jadi Perhatian

Tak hanya dalam penyaluran kredit, Bank Jago juga menggunakan AI untuk memperkuat sistem pendeteksian penipuan dalam aktivitas perbankan.

Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi potensi fraud sehingga perseroan dapat melakukan pengawasan terhadap aktivitas transaksi secara lebih cepat.

"Kemudian kami juga memiliki fraud detection system yang juga memanfaatkan AI," ungkap Supranoto.

Chatbot Jawab Pertanyaan Dasar Nasabah

Pemanfaatan AI juga merambah layanan pelanggan. Bank Jago menggunakan teknologi tersebut melalui chatbot untuk memberikan respons langsung terhadap pertanyaan-pertanyaan dasar nasabah.

Namun, Supranoto menegaskan chatbot berbasis AI tersebut digunakan untuk pertanyaan yang bersifat mendasar dan tidak berkaitan dengan informasi pribadi nasabah.

"Untuk chatbot kami, kami memang dibantu oleh AI juga. Apabila terdapat pertanyaan-pertanyaan yang cukup mendasar dan tanpa ada personal information, itu juga bisa kita jawab secara langsung," ujar Supranoto.

Supranoto mengatakan pemanfaatan teknologi AI menjadi bagian dari upaya Bank Jago meningkatkan efisiensi operasional. Di sisi lain, teknologi tersebut juga mendukung proses bisnis yang membutuhkan pengolahan data serta respons secara cepat.

Dengan alokasi anggaran sekitar Rp5 miliar, Bank Jago menempatkan AI bukan sekadar sebagai teknologi pendukung, tetapi sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat proses kredit, keamanan transaksi, dan pelayanan kepada nasabah. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid