IDNVoice.com - Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk melanjutkan program bantuan pangan berupa beras bagi 33,2 juta keluarga miskin atau kurang mampu pada tiga bulan terakhir 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah terus mempersiapkan berbagai program perlindungan bagi masyarakat.
"Anggarannya sekitar Rp17 triliun (untuk bantuan beras selama tiga bulan)," kata Airlangga dalam jumpa pers di Jakarta pada Selasa, 8 September 2026.
Bantuan beras itu akan diberikan pada Oktober, November, dan Desember 2026 kepada keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh 10 kilogram beras per bulan.
Dengan demikian, setiap keluarga akan menerima total 30 kilogram beras selama kuartal IV 2026.
Di sisi lain, pemerintah menerapkan mekanisme rapel untuk penyaluran bantuan beras tahap kedua yang ditargetkan selesai pada September 2026.
Alih-alih menerima bantuan sebanyak 10 kilogram secara bertahap, penerima akan mendapatkan 30 kilogram beras sekaligus untuk jatah satu kuartal.
Airlangga mengatakan mekanisme tersebut merupakan usulan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Adapun teknis penyalurannya akan ditangani oleh Perum Bulog.
"Ya jumlahnya tetap per kuartal 30 kilogram dan biasanya paketnya 10 (kilogram). Tetapi kemarin dari Menko Pangan (Zulkifli Hasan) mengusulkan supaya paketnya dijadikan satu di 30 kilogram. Nanti itu tentu teknisnya dari Bulog, jadi bisa juga disekaliguskan (penyalurannya)," ujar Airlangga.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan kelompok berpenghasilan rendah tetap terpenuhi hingga penghujung tahun.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7 September 2026), memerintahkan jajaran menteri mempersiapkan berbagai program bantuan untuk masyarakat.
Salah satu program yang dipastikan berlanjut adalah bantuan beras selama tiga bulan terakhir 2026.
"Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," kata Airlangga saat menjelaskan hasil rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta.
Selain memastikan keberlanjutan bantuan pangan, Airlangga mengatakan Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah instruksi kepada jajaran pemerintah terkait kesiapan menghadapi fenomena El Nino.
Pemerintah pun perlu memastikan ketersediaan pangan dan perlindungan masyarakat tetap terjaga apabila kondisi iklim tersebut berdampak terhadap produksi maupun harga pangan. [DR]