Survei ASI: Mayoritas Publik Masih Ingin Program MBG Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 11:56 WIB
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif`an. (IDNVoice/Antara Foto)
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif`an. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih mendapat dukungan mayoritas masyarakat untuk dilanjutkan. Hasil survei nasional Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan 51,5 persen responden menyatakan setuju program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut diteruskan.

Dukungan itu terdiri atas 12,3 persen responden yang sangat setuju dan 39,2 persen yang cukup setuju program MBG dilanjutkan.

Sementara itu, sebanyak 45,4 persen responden menyatakan tidak setuju. Rinciannya, 29,6 persen menyatakan kurang setuju dan 15,8 persen sangat tidak setuju. Adapun 3,3 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

"Kalau melihat hasil survei, mayoritas masyarakat masih menyatakan setuju apabila program Makan Bergizi Gratis dilanjutkan. Angkanya memang tidak terlalu jauh, tetapi dukungan publik masih berada di atas angka ketidaksetujuan," kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif`an di Jakarta pada Minggu, 6 September 2026.

Dukungan Masih Lebih Besar

Ali mengatakan hasil tersebut memperlihatkan MBG masih memiliki dukungan publik yang relatif lebih besar dibandingkan masyarakat yang menginginkan program tersebut dihentikan.

Menurut dia, temuan survei juga menunjukkan MBG masih dipandang sebagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, selisih dukungan dan penolakan yang tidak terlalu lebar menjadi catatan bagi pemerintah. Proporsi masyarakat yang tidak setuju mencapai 45,4 persen sehingga evaluasi terhadap pelaksanaan program dinilai tetap diperlukan.

"Di satu sisi ada dukungan mayoritas, tetapi di sisi lain angka yang tidak setuju juga cukup signifikan. Ini tentu menjadi catatan bahwa keberlanjutan program perlu dibarengi dengan evaluasi dan perbaikan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," ujarnya.

Ali menilai tingkat dukungan publik terhadap keberlanjutan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di atas kertas, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaannya dan manfaat yang dirasakan secara langsung.

"Yang penting bukan hanya programnya dilanjutkan, tetapi bagaimana kualitas pelaksanaannya. Ketika masyarakat merasakan manfaat secara nyata, tentu dukungan terhadap program akan semakin kuat," tutur Ali.

Survei di 38 Provinsi

Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Prof. Trubus Rahardiansah turut hadir dalam agenda pemaparan hasil survei dan evaluasi program prioritas pemerintah tersebut.

Rilis survei ASI merupakan bagian dari riset nasional bertema "Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran."

Survei dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026 di 38 provinsi di Indonesia melalui wawancara tatap muka. Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dengan metode penarikan sampel multistage random sampling.

Survei memiliki margin of error (MoE) ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil tersebut menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan MBG masih berada di atas angka penolakan. Namun, besarnya kelompok yang belum menyetujui program menjadi sinyal bahwa pemerintah perlu memastikan pelaksanaan MBG semakin berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid