BGN Segera Pindah Kantor ke Grha Merah Putih, Anggaran MBG 2027 Capai Rp240,2 Triliun

Jum'at, 04 September 2026 13:41 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono dan Agustina Arumsari bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis, 3 September 2026. (IDNVoice/Antara Foto)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono dan Agustina Arumsari bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis, 3 September 2026. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) akan segera memindahkan kantor pusatnya dari Jalan Kebon Sirih No.1, Menteng, Jakarta Pusat, ke Gedung Grha Merah Putih di Kuningan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kepala BGN Sudaryono membenarkan rencana pemindahan tersebut. Gedung Grha Merah Putih sebelumnya digunakan sebagai kantor PT Telkom Indonesia.

"Kami sedang berkoordinasi dengan Danantara, dan dalam waktu dekat ini BGN akan menempati Grha Merah Putih yang saat ini menjadi kantor Telkom dan orang yang menempati Grha Merah Putih itu akan menempati gedung Telkom yang di belakangnya, gedungnya lebih tinggi," kata Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI yang dipantau dari Jakarta pada Kamis, 3 September 2026.

Sudaryono menegaskan, BGN masih mengajukan dan berkoordinasi dengan Danantara terkait proses pemindahan kantor tersebut.

"Insyaallah dalam satu-dua bulan ini kami akan pindah kantor ke Grha Merah Putih," ujarnya.

Tata Kelola MBG Jadi Perhatian

Di tengah rencana pemindahan kantor, Sudaryono memastikan BGN tetap mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola program prioritas pemerintah di bidang peningkatan gizi nasional.

Ia memastikan anggaran BGN pada 2027 dapat mendukung target pemenuhan gizi nasional dengan sasaran 72,4 juta penerima manfaat.

Penerima manfaat tersebut mencakup anak sekolah jenjang PAUD hingga SMA serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.

Berdasarkan surat bersama pagu indikatif Menteri Keuangan Nomor S-228/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor B-385/D.9/PP.04.03/05/2026 tertanggal 7 Mei 2026, total anggaran BGN pada 2027 mencapai Rp240,2 triliun.

Dari total tersebut, sebesar Rp232,8 triliun atau 96,95 persen dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional. Sementara dukungan manajemen mendapatkan Rp7,32 triliun atau 3,05 persen.

"Anggaran tersebut terdiri dari program pemenuhan gizi nasional Rp232,8 triliun (96,95 persen) dan dukungan manajemen Rp7,32 triliun (3,05 persen). Kami terus berusaha untuk terus bekerja dengan tim, dengan dukungan moral Komisi IX kami akan terus memperbaiki tata kelola Program MBG ini guna mencapai target pemenuhan gizi nasional," paparnya.

Sasaran Anak Sekolah dan 3B

Sudaryono menjelaskan, berdasarkan Surat Bersama Pagu Anggaran (SPBA), alokasi anggaran 2027 untuk penyediaan dan penyaluran MBG bagi anak sekolah tercatat sebesar Rp198,9 miliar. Sementara anggaran untuk kelompok sasaran 3B mencapai Rp33,5 triliun.

Untuk penerima manfaat, BGN menargetkan 60,5 juta anak sekolah mulai jenjang PAUD hingga SMA mendapatkan manfaat program pada 2027.

Adapun sasaran kelompok 3B ditargetkan mencapai 11,8 juta penerima, terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dengan target puluhan juta penerima manfaat tersebut, BGN menempatkan perbaikan tata kelola sebagai salah satu fokus utama agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai sasaran dan mampu mendukung pencapaian target pemenuhan gizi nasional. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid