PLTS 100 GWp Didorong Jadi Penggerak Energi Bersih dan Lapangan Kerja

Jum'at, 04 September 2026 13:39 WIB
Ilustrasi: Personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya PLTS. Pengembangan PLTS 100 GWp juga akan memberikan manfaat ekonomi melalui proyeksi penciptaan 5,518 juta lapangan kerja di sektor konstruksi dan manufaktur. (IDNVoice/PLN)
Ilustrasi: Personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya PLTS. Pengembangan PLTS 100 GWp juga akan memberikan manfaat ekonomi melalui proyeksi penciptaan 5,518 juta lapangan kerja di sektor konstruksi dan manufaktur. (IDNVoice/PLN)

IDNVoice.com - PT PLN (Persero) menyatakan siap mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai sumber energi domestik untuk mengurangi ketergantungan sistem kelistrikan nasional terhadap bahan bakar fosil. Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) juga diproyeksikan membawa dampak ekonomi melalui penciptaan jutaan lapangan kerja.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memaksimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia.

"Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia," ujar Darmawan dalam keterangan resminya pada Kamis, 3 September 2026.

Menurut Darmawan, pemanfaatan energi surya tidak hanya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan melalui penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

Secara keseluruhan, Program PLTS 100 GWp berpotensi menekan emisi GRK hingga 140,16 juta ton CO₂ per tahun. Program tersebut sekaligus membuka potensi pasar karbon yang diperkirakan mencapai Rp6,31 triliun.

Pada tahap awal, pengembangan program mencakup 14 proyek dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi efisiensi energi, proyek tahap awal tersebut berpotensi menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hingga 319.998 kiloliter (kl) per tahun. Penggunaan gas alam juga diproyeksikan berkurang sebesar 35,66 ribu million standard cubic feet (MMSCF) per tahun, atau setara 36.980 billion british thermal unit (BBTU).

Tak hanya menghemat penggunaan energi fosil, proyek ini diperkirakan dapat memberikan penghematan APBN sebesar Rp4,6 triliun per tahun untuk biaya listrik.

"Dengan meningkatkan pemanfaatan energi surya, kita dapat mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar fosil, sekaligus menciptakan efisiensi biaya energi. Kita beralih dari energi kotor menjadi energi bersih, dari energi impor menjadi energi domestik, serta dari energi mahal menjadi energi yang lebih murah," ujar Darmawan.

PLTS dan BESS Perkuat Sistem Kelistrikan

PLN juga mendorong pengembangan PLTS yang dilengkapi battery energy storage system (BESS) sebagai bagian dari transformasi sistem kelistrikan nasional.

Teknologi tersebut memungkinkan energi surya yang bersifat intermiten atau bergantung pada kondisi penyinaran matahari dapat diintegrasikan secara lebih optimal ke dalam sistem kelistrikan.

Pemanfaatan BESS sekaligus diharapkan meningkatkan kemampuan sistem dalam memanfaatkan sumber energi domestik dan terbarukan secara lebih maksimal.

Di sisi lain, Program PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.

Secara keseluruhan, program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,518 juta lapangan kerja. Jumlah itu terdiri atas 3,465 juta lapangan kerja di sektor konstruksi dan 2,053 juta lapangan kerja di sektor manufaktur.

Darmawan menilai manfaat program tidak berhenti pada aspek ketenagalistrikan dan lingkungan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pengembangan PLTS merupakan salah satu upaya dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya mendorong transisi menuju energi bersih, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Darmawan.

Dengan potensi pengurangan emisi, efisiensi penggunaan BBM dan gas, penghematan anggaran negara, hingga penciptaan jutaan lapangan kerja, pengembangan PLTS 100 GWp diposisikan PLN sebagai salah satu fondasi menuju sistem energi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid