IDNVoice.com - Pelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni menegaskan skuadnya tidak melakukan persiapan khusus menjelang partai final Piala Dunia 2026 menghadapi Spanyol di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20 Juli 2026) pukul 02.00 WIB. Menurutnya, menjaga fokus jauh lebih penting daripada larut dalam atmosfer laga puncak.
Scaloni mengatakan Argentina mempersiapkan pertandingan final dengan pendekatan yang sama seperti laga-laga sebelumnya selama turnamen.
"Kami mempersiapkan pertandingan ini seperti pertandingan lainnya," kata Scaloni, dikutip dari laman resmi FIFA pada Minggu, 19 Juli 2026.
"Meski ini adalah final Piala Dunia, pada akhirnya tetap saja sebuah pertandingan sepak bola. Kami harus tampil sebaik mungkin jika ingin menang. Kami tidak ingin terlalu memikirkan fakta bahwa ini adalah final Piala Dunia karena hal itu justru bisa mengganggu fokus," tambahnya.
Pelatih berusia 48 tahun itu menilai kondisi timnya sangat baik setelah berhasil melewati fase gugur dengan mentalitas yang kuat. Kepercayaan diri Argentina semakin meningkat usai mencatat kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di semifinal.
Dalam pertandingan tersebut, La Albiceleste sempat tertinggal hingga menit ke-84 sebelum mampu membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan pada waktu normal.
"Kami berada dalam kondisi yang bagus, meski tentu masih ada ruang untuk berkembang. Kami menghadapi lawan yang sangat kuat, dan Spanyol juga pasti sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kami," ujar Scaloni.
Ia menambahkan gaya bermain Argentina kini sudah dikenal luas oleh lawan-lawannya. Namun, hal itu justru membuat pencapaian timnya semakin istimewa.
"Lagi pula, cara bermain Argentina bukan lagi rahasia. Semua orang tahu bagaimana kami bermain. Justru karena itu, pencapaian tim ini terasa semakin luar biasa," katanya.
Di balik keberhasilan menembus final, terselip momen emosional ketika Scaloni memeluk kapten Lionel Messi usai kemenangan atas Inggris. Dalam momen tersebut, Messi terlihat mengucapkan kalimat "pure history" kepada sang pelatih.
Saat dimintai penjelasan mengenai ucapan tersebut, Scaloni memilih mengalihkan sorotan kepada Messi yang dinilainya masih tampil luar biasa meski telah berusia 39 tahun.
"Bisa mencapai final Piala Dunia pada usia 39 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Karena itulah saya selalu mengatakan bahwa kita harus menikmati setiap momennya," ujar Scaloni.
Ia juga mengajak publik untuk menghargai setiap kontribusi Messi bersama tim nasional Argentina, sembari mengenang sosok legenda Diego Maradona.
"Kami sangat merasakan kehilangan Diego Maradona setelah ia pensiun. Sekarang Messi masih bersama kami, dan kita harus menghargai setiap hal yang masih ia lakukan," tambahnya.
Performa Messi sepanjang Piala Dunia 2026 memang masih menjadi salah satu kunci keberhasilan Argentina. Sang kapten selalu terlibat dalam terciptanya gol di setiap pertandingan yang dijalani timnya.
Saat menghadapi Inggris di semifinal, Messi mencatatkan dua assist yang mengantarkannya menjadi pemilik assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 12 assist.
Tak hanya itu, delapan gol yang telah dicetaknya di Piala Dunia 2026 membuat La Pulga masih berpeluang meraih gelar top skor turnamen. Torehan tersebut juga mengantarkan Messi mengoleksi 21 gol sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya terpaut satu gol dari Kylian Mbappe yang kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 22 gol. [DR]