IDNVoice.com - Inovasi ramah lingkungan datang dari SMA Negeri 7 Manado. Sekolah tersebut berhasil memanfaatkan sisa makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi produk multiguna melalui pengolahan eco enzyme.
Kepala SMAN 7 Manado, Willem Hanny Rawung, mengungkapkan inovasi tersebut pada Rabu, 16 September 2026. Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari pemanfaatan hal sederhana yang ada di lingkungan sekolah.
"Inovasi bukan lahir dari ide brilian atau menggunakan biaya besar, tetapi dari hal sederhana dapat menghasilkan produk multiguna sekaligus menjaga lingkungan. SMAN 7 Manado memanfaatkan sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG) dijadikan eco enzyme dan turunannya," ujar Dr. Willem Rawung pada Kamis, 17 September 2026.
Dari hasil pengolahan eco enzyme, SMAN 7 Manado kemudian mengembangkan sejumlah produk turunan, salah satunya berupa sabun cair dan sabun padat.
"Dalam satu turunannya kami membuat sabun cair dan sabun padat. Produk sabun cair hari ini kami hasilkan 40 liter yang nantinya digunakan di lingkungan sekolah dan luar sekolah," jelasnya.
Menurut Willem, pemanfaatan sisa makanan tersebut tidak sekadar menjadi upaya mengurangi limbah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran dan pendidikan karakter bagi para siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
"Menghargai lingkungan tanpa merusak alam. Mari kita jaga dan lestarikan bumi tempat tinggal kita," tuturnya.
Inovasi SMAN 7 Manado ini sejalan dengan semangat Gerakan Sekolah Adiwiyata dan konsep ekonomi sirkular, yakni mengolah kembali limbah agar memiliki manfaat serta nilai guna.
Melalui pemanfaatan sisa makanan MBG, sekolah menunjukkan bahwa limbah makanan yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dari dapur sekolah, SMAN 7 Manado menghadirkan inovasi hijau yang menggabungkan pengelolaan limbah, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. [DR]