IDNVoice.com - Sebanyak sembilan siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar, Jawa Timur, mengalami keluhan sakit perut, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 16 September 2026.
Pihak sekolah memastikan seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis dan tidak ada yang harus menjalani rawat inap. Setelah menjalani pemeriksaan dan observasi, para siswa diperbolehkan pulang untuk beristirahat di rumah.
Waka Sarpras SLB Negeri 1 Kota Blitar, Yulia, mengatakan keluhan awal disampaikan salah seorang siswa. Setelah itu, beberapa siswa lainnya mengalami gejala serupa.
Sejumlah siswa kemudian dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Kepanjenkidul, RSUD Mardi Waluyo, dan Klinik Rawat Inap Siti Khodijah.
"Memang kemarin datang seperti biasa, petugas mengantar makanan, menaruh di tempat seperti biasa. Guru juga mencicipi dan tidak mengalami gejala apapun," kata Yulia pada Kamis, 17 September 2026.
Menurut Yulia, setelah salah seorang siswa mengeluhkan sakit perut seusai mengonsumsi menu MBG, pihak sekolah langsung membawanya ke Puskesmas Kepanjenkidul untuk mendapatkan penanganan.
Keluhan serupa kemudian dialami beberapa siswa lainnya sehingga mereka turut dibawa ke fasilitas kesehatan.
"Awalnya ada satu laporan sakit perut, langsung kami bawa ke puskesmas. Kemudian ada tambahan beberapa siswa. Karena UGD terbatas, ada yang dibawa ke rumah sakit. Pihak sekolah juga berupaya mencarikan air kelapa," jelasnya.
Yulia memastikan tidak ada siswa yang menjalani rawat inap akibat kejadian tersebut. Setelah mendapatkan perawatan dan observasi, para siswa diperbolehkan pulang.
"Alhamdulillah anak-anak mendapat penanganan yang semestinya. Puskesmas dan rumah sakit sudah menangani sesuai prosedur. Kemarin tidak sampai ada yang menjalani rawat inap. Hari ini anak-anak sudah sehat dan istirahat," katanya.
Sementara itu, Wadir Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Agus Sabtoni, membenarkan pihaknya menerima satu siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar untuk mendapatkan penanganan.
Agus menjelaskan, siswa tersebut dibawa ke RSUD Mardi Waluyo bukan karena rujukan dari puskesmas, melainkan lantaran kapasitas tempat tidur di UGD puskesmas telah penuh.
Saat tiba di rumah sakit, siswa tersebut mengalami mual dan sempat muntah satu kali.
"Satu anak bukan karena rujukan puskesmas, tetapi karena di puskesmas bed penuh lalu dibawa ke rumah sakit. Kondisinya mual, muntah satu kali. Kemudian kita lakukan perawatan dan observasi, hasilnya bagus dan dinyatakan pulang," kata Agus.
Menurut Agus, siswa hanya mendapat penanganan awal dan observasi sebelum diperbolehkan pulang dalam kondisi baik.
Terkait dugaan keracunan makanan, Agus mengatakan pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab keluhan yang dialami siswa.
"Keracunan tidak, dinas yang akan menyampaikan. Kami hanya melakukan penanganan awal. Indikasinya mungkin saja, tetapi masih menunggu pemeriksaan hasil muntahan," ujarnya.
Adapun menu MBG yang dibagikan kepada para siswa pada saat kejadian terdiri dari nasi, rolade telur, kacang kapri, melon, dan tahu.
Hingga kini, penyebab pasti keluhan sakit perut, mual, dan muntah yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak terkait. [DR]