IDNVoice.com - Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang angin kencang, Selasa (15 September 2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kerusakan terjadi pada bagian teras dan atap area parkir bangunan. Material atap yang terbuat dari galvalum bahkan terlepas dan jatuh hingga ke lahan milik warga.
Bangunan SPPG tersebut tergolong baru dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Koordinator SPPG Jogoprayan, Handi Ardiawan, mengatakan berdasarkan keterangan warga, angin bertiup sangat kencang saat kejadian. Hembusan angin menerjang bagian emperan depan bangunan hingga menyebabkan atap area parkir mengalami kerusakan.
"Keterangan dari warga, angin bertiup kencang sehingga bagian depan atap area parkir mengalami kerusakan yang cukup parah. Materialnya dari galvalum, jatuhnya ke samping ke sawah tetangga," kata Handi kepada wartawan pada Rabu, 16 September 2026.
Handi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat angin kencang menerjang bangunan, SPPG dalam kondisi tidak beraktivitas.
Meski demikian, kerusakan tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp30 juta.
Perbaikan bangunan kini terus dikebut. Bagian yang mengalami kerusakan juga akan diperkuat agar SPPG tetap dapat beroperasi sesuai jadwal pada Oktober mendatang.
Kasi Trantib Kecamatan Gantiwarno, Susi, membenarkan dampak angin kencang menyebabkan atap bangunan SPPG beterbangan hingga ke area persawahan.
"Dampak angin kemarin di Desa Jogoprayan mengakibatkan kerugian kurang lebih 30 juta rupiah. Yang terdampak bagian atapnya, jadi atap itu beterbangan sampai ke sawah," katanya.
Menurut Susi, kerusakan akibat angin kencang tersebut hanya terjadi pada bangunan SPPG. Rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi dilaporkan dalam kondisi aman.
Ia berharap perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga bangunan SPPG bisa kembali siap digunakan dan beroperasi pada Oktober mendatang.
Pantauan di lokasi memperlihatkan sejumlah pekerja tengah melakukan perbaikan pada bagian bangunan yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. [DR]