IDNVoice.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, resmi disuspend sementara setelah 30 pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan.
Penghentian operasional SPPG dilakukan Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Pemenuhan Makan Bergizi Gratis (Satgas P3MBG) Kabupaten Kuningan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah pengamanan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Ketua Satgas P3MBG Kabupaten Kuningan, U Kusmana, mengatakan SPPG Dapur Sumberjaya belum diperbolehkan kembali beroperasi sampai proses pemeriksaan dan tindak lanjut atas insiden tersebut selesai.
"Dari Satgas MBG kabupaten dan BGN, SPPG tersebut sudah disuspend sementara sambil menunggu hasil laboratorium dan tindak lanjutnya," kata U Kusmana pada Selasa, 15 September 2026.
Dugaan keracunan tersebut terjadi setelah 30 pelajar mengonsumsi menu MBG pada Senin, 14 September 2026.
Mereka terdiri dari 29 siswa SMPN 2 Ciwaru dan satu siswa SDN Lebakherang. Para siswa menyantap makanan sekitar pukul 08.00 WIB setelah mengikuti upacara bendera.
Sekitar satu jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan seperti pusing, mual hingga muntah. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ciwaru.
Namun, hingga kini pemerintah daerah belum dapat memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para pelajar tersebut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah mengambil sampel makanan dan bahan baku untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG Dapur Sumberjaya.
Investigasi juga tidak hanya diarahkan pada makanan yang telah dikonsumsi siswa, tetapi mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan hingga distribusi makanan ke sekolah.
SPPG Dapur Sumberjaya diketahui memiliki kapasitas produksi sekitar 2.951 porsi MBG setiap hari.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 302 porsi dialokasikan untuk SMPN 2 Ciwaru, salah satu sekolah yang siswanya mengalami keluhan kesehatan.
Berdasarkan penelusuran awal, bahan baku seperti ayam dan sayuran tiba di dapur pada sore hari menjelang Magrib. Proses memasak kemudian dimulai sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Setelah selesai dimasak dan dikemas, makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah pada pagi hari.
Meski alur produksi tersebut telah diketahui, pemerintah masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah keluhan kesehatan para siswa berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, Pj Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan menginstruksikan jajaran sekolah, pemerintah desa serta Satgas Kecamatan untuk memperketat pengawasan terhadap kualitas makanan dan distribusi MBG.
Suspend terhadap SPPG Dapur Sumberjaya menjadi langkah sementara untuk memastikan proses investigasi berjalan secara menyeluruh sekaligus menjaga keselamatan para penerima manfaat program MBG. [DR]