Satgas MBG Temanggung Dorong Pemilik Dapur SPPG Perkuat Evaluasi dan Cegah Kejadian Berulang

Minggu, 13 September 2026 15:39 WIB
Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Danupayan berpakaian seni Warokan saat mendistribusikan makan bergizi gratis (MBG) ke SD Negeri Pandemulyo di Bulu, Temanggung, Jawa Tengah pada Senin, 19 Januari 2026. (IDNVoice/Antara Foto)
Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Danupayan berpakaian seni Warokan saat mendistribusikan makan bergizi gratis (MBG) ke SD Negeri Pandemulyo di Bulu, Temanggung, Jawa Tengah pada Senin, 19 Januari 2026. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyambut baik pertemuan para pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai momentum mengevaluasi sekaligus memperbaiki pelaksanaan program MBG.

Ketua Satgas Pengawasan Program MBG Kabupaten Temanggung Tri Winarno mengatakan, evaluasi diperlukan agar berbagai hal yang masih menjadi perhatian dapat segera diperbaiki secara bersama-sama.

"Selaku satgas, kami menyambut baik pertemuan ini. Ini adalah langkah kebijakan untuk melakukan perbaikan terhadap apa yang sudah dilaksanakan. Hal-hal yang masih harus diperhatikan dan diperbaiki, tentunya harus kita lakukan bersama. Intinya, menuju yang lebih baik," kata Tri Winarno di Temanggung pada Sabtu, 12 September 2026.

Menurutnya, pertemuan pemilik dapur SPPG menjadi bagian penting dalam membangun komitmen bersama untuk memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan MBG yang masih membutuhkan perhatian.

Ia menilai langkah tersebut merupakan kebijakan positif untuk memastikan proses perbaikan terus berjalan dan pelaksanaan program diarahkan menuju kondisi yang lebih baik.

Satgas Ingatkan Risiko Kejadian Menonjol

Tri menegaskan, Satgas Pengawasan MBG tetap menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Salah satu fokusnya adalah memberikan pengingat dan mendorong pihak terkait agar berbagai kejadian menonjol maupun kejadian luar biasa tidak kembali terjadi di Temanggung.

"Selaku satgas, kami hanya bertindak sesuai dengan kewenangan kami. Kami hanya mengingatkan supaya kejadian menonjol maupun kejadian luar biasa tidak terjadi lagi di Temanggung," kata Tri Winarno yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Temanggung.

Ia menekankan bahwa upaya menjaga dan memperbaiki pelaksanaan MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Seluruh pihak yang terlibat harus memastikan komitmen perbaikan benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan program di lapangan.

Terlebih, pihak-pihak terkait telah menyampaikan komitmen untuk terus melakukan pembenahan sekaligus menjaga agar pelaksanaan program tetap berjalan dengan baik.

"Konsekuensinya mereka sendiri yang akan menanggung akibatnya apabila kejadian tersebut kembali terjadi. Karena itu, kami berharap komitmen untuk selalu menjaga perbaikan ini benar-benar dilaksanakan," katanya.

Evaluasi Jadi Langkah Pencegahan

Dengan adanya evaluasi dan komitmen perbaikan dari para pihak terkait, Tri berharap berbagai persoalan yang berpotensi memicu kejadian menonjol dalam pelaksanaan MBG dapat dicegah sejak dini.

Menurutnya, perbaikan yang dilakukan secara konsisten akan membantu menciptakan pelaksanaan program MBG yang lebih aman dan kondusif di Kabupaten Temanggung.

Pertemuan para pemilik dapur SPPG pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum evaluasi, tetapi menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap catatan dan persoalan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan demikian, program MBG di Temanggung dapat terus berjalan dengan kualitas pelayanan yang semakin baik serta meminimalkan potensi terjadinya kejadian yang merugikan penerima manfaat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid