60 Anak Masih Dirawat, 424 Orang Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Pati

Minggu, 13 September 2026 13:53 WIB
Sejumlah murid SMP di Kabupaten Pati terduga keracunan makanan program MBG masih dirawat di rumah-rumah sakit, hingga Sabtu, 12 September 2006. (IDNVoice/RRI)
Sejumlah murid SMP di Kabupaten Pati terduga keracunan makanan program MBG masih dirawat di rumah-rumah sakit, hingga Sabtu, 12 September 2006. (IDNVoice/RRI)

IDNVoice.com - Sebanyak 60 anak masih menjalani perawatan inap akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 424 anak yang mengalami gejala keracunan hingga Jumat malam.

Dari 60 pasien yang masih menjalani rawat inap, sebanyak sembilan anak dirawat di RSUD Suwondo, 16 anak di RS Mitra Bangsa, 29 anak di RS KSH, dan enam anak lainnya menjalani perawatan di RS Fastabig Sehat.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru Jumat pagi, sebanyak 12 anak yang sebelumnya dirawat di RS Mitra Bangsa telah diperbolehkan pulang ke rumah.

Selain pasien yang menjalani rawat inap, sebanyak 327 orang lainnya masih menjalani perawatan jalan akibat kasus tersebut.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pati Sugiyono mengatakan, ratusan pasien rawat jalan tersebut berasal dari sejumlah sekolah dan fasilitas kesehatan di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

Rinciannya terdiri atas 98 siswa SMP 1 Gembong, 159 siswa MTs 3 Pati, dan 11 siswa MTs Manbaul Ulum.

"Pemerintah Kabupaten Pati masih memberlakukan status Kejadian Luar Biasa atau KLB terkait kasus ini. Status KLB akan dicabut setelah seluruh korban yang masih dirawat telah diperbolehkan pulang," kata Kepala Diskominfo Pati Sugiyono pada Sabtu, 12 September 2026.

327 Pasien Masih Jalani Rawat Jalan

Sugiyono menambahkan, pasien yang menjalani rawat jalan juga berasal dari kelompok lainnya. Sebanyak 18 orang tercatat berasal dari Posyandu, sedangkan 38 siswa berasal dari SDN Gembong 03.

Selain itu, terdapat tiga orang tambahan yang menjalani perawatan jalan di Puskesmas Gembong akibat kasus dugaan keracunan tersebut.

Dengan demikian, penanganan korban masih terus dilakukan meski sebagian pasien telah diperbolehkan kembali ke rumah. Pemerintah Kabupaten Pati juga masih memantau kondisi seluruh korban yang terdampak dugaan keracunan menu MBG.

Status KLB yang masih diberlakukan menunjukkan pemerintah daerah belum menganggap penanganan kasus tersebut selesai. Pencabutan status baru akan dilakukan setelah seluruh korban yang masih menjalani perawatan dinyatakan dapat pulang.

Pemerintah daerah memastikan perkembangan kondisi para korban terus dipantau, termasuk mereka yang masih menjalani rawat inap maupun perawatan jalan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid