IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang, Banten.
Puluhan dapur MBG tersebut dihentikan operasionalnya karena belum memiliki atau belum mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai salah satu persyaratan dalam penyelenggaraan layanan makanan.
Koordinator BGN Kabupaten Tangerang Hijru Falahani mengatakan penutupan sementara mulai diberlakukan sejak Senin, 7 September 2026.
"Kurang lebih ada 62 SPPG yang saat ini ditutup sementara waktu, karena tidak memiliki dan belum mengurus SLHS," kata Hijru Falahani di Tangerang pada Sabtu, 12 September 2026.
Hijru menjelaskan, dari total 378 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Tangerang, sebanyak 62 dapur MBG harus menghentikan sementara kegiatan operasionalnya.
Meski demikian, penutupan tersebut dapat dicabut apabila pengelola SPPG mampu menunjukkan bukti kepengurusan SLHS yang sah dan telah terverifikasi oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.
"Kalau dapat menunjukkan bukti kepengurusan SLHS yang sah tentunya akan kembali diperbolehkan operasi atau pencabutan sanksi," paparnya.
Dengan demikian, pengelola SPPG masih memiliki kesempatan untuk kembali menjalankan pelayanan MBG selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
BGN memberikan batas waktu 20 hari kalender kerja sejak penutupan sementara diberlakukan bagi pengelola SPPG untuk mengurus SLHS.
Jika hingga batas waktu tersebut belum juga memiliki SLHS, sanksi akan ditingkatkan menjadi penutupan permanen.
Falahani menegaskan aturan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi dari pemerintah pusat.
"Batas waktu, berdasarkan instruksi pusat 20 hari kalender kerja. Kalau lebih dari itu maka SPPG akan ditutup permanen," ujarnya.
Karena itu, BGN Kabupaten Tangerang meminta seluruh pemilik dan pengelola SPPG segera mengurus penerbitan SLHS melalui Dinas Kesehatan setempat.
"Maka dari itu, apabila ingin aktif kembali harus segera mengurus SLHS sebelum batas waktu yang ditentukan habis," kata dia.
Penutupan sementara ini menjadi bagian dari upaya BGN memastikan seluruh dapur yang menyediakan makanan MBG memenuhi standar higiene dan sanitasi sebelum kembali melayani para penerima manfaat. [DR]