Cek Dua SPPG, Wali Kota Blitar Pastikan MBG Sesuai SOP: Tidak Perlu Khawatir

Sabtu, 12 September 2026 20:16 WIB
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, saat berkomunikasi dengan pengelola SPPG Sukorejo. (IDNVoice/RRI)
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, saat berkomunikasi dengan pengelola SPPG Sukorejo. (IDNVoice/RRI)

IDNVoice.com - Pemerintah Kota Blitar memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kepastian itu disampaikan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin setelah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung seluruh tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari pengolahan makanan hingga proses pendistribusiannya ke sekolah.

Dari pengecekan di dua SPPG, Syauqul memastikan proses pengolahan makanan telah berjalan sesuai standar. Ia juga mengecek aspek kebersihan dan kelayakan makanan sebelum dikonsumsi para siswa.

"Kami memastikan SOP dijalankan, proses-proses yang dilakukan SPPG mematuhi SOP dan standar. Kemudian memastikan bahwa makanan yang dihasilkan higienis dan bagus, sehingga dalam pelaksanaannya anak-anak tidak mengalami kendala," ujarnya pada Jumat, 11 September 2026.

Waktu Masak hingga Makan Jadi Perhatian

Selain proses pengolahan, Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibbin itu menyoroti rentang waktu antara makanan selesai dimasak, didistribusikan ke sekolah, hingga dikonsumsi siswa.

Menurutnya, koordinasi antara SPPG dan sekolah menjadi kunci agar makanan yang telah matang tidak terlalu lama menunggu sebelum disantap siswa.

"Antara masak dan pendistribusiannya juga tidak terlalu jauh. Koordinasi bersama sekolah juga bagus. Ketika sudah matang langsung distribusi, koordinasi dengan sekolah, dan di sekolah langsung dimakan siswa. Jadi antara jarak masak dan makan siswa tidak terlalu panjang," jelasnya.

Mas Ibbin meminta koordinasi antara dapur SPPG dan pihak sekolah terus dimaksimalkan, terutama dalam mengatur waktu makanan tiba di sekolah dan waktu makanan dikonsumsi.

Dengan demikian, keterlambatan distribusi maupun konsumsi makanan dapat diminimalkan.

SPPG Diminta Teliti Pilih Bahan

Selain soal waktu, Pemkot Blitar juga meminta seluruh pengelola SPPG meningkatkan kehati-hatian dalam memilih dan mengolah bahan makanan.

Pemeriksaan bahan makanan harus dilakukan secara teliti untuk memastikan kualitas tetap terjaga dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Semua SPPG kami minta berhati-hati dalam memilih bahan, menjaga kualitas dan kemudian menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Harus lebih teliti dan kehati-hatian," katanya.

Syauqul menegaskan masyarakat tidak perlu berlebihan mengkhawatirkan pelaksanaan MBG selama seluruh prosedur dijalankan secara konsisten.

"Kalau SOP dijalankan, tidak perlu khawatir. Standarnya di atas warung dan rumah makan," tegasnya.

Meski memastikan pelaksanaan berjalan sesuai standar, Pemkot Blitar bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.

"Pemerintah dan seluruh pihak, Forkopimda sangat perhatian. Kalau ada situasi kegawatdaruratan, kami siap 24 jam untuk menangani," ujarnya.

Syauqul berharap program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka.

"Intinya kami lihat prosesnya sudah sesuai dengan standar dan menunya bagus-bagus. Sehingga program ini benar-benar bermanfaat bagi seluruh siswa yang mendapatkan. Mudah-mudahan bermanfaat. Kami mohon program ini terus untuk membantu masyarakat, terutama siswa dalam memenuhi gizinya," pungkasnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid